Pemikiran

Hukum Hanyalah Milik Allah

Banyak umat Kristen yang tidak sadar atas alasan apa Yesus dihukum salib oleh bangsa Romawi. Jika kita runut kisah-kisah disalibkannya Yesus dalam Injil dan sejarah yang dituliskan oleh peneliti Kristen, maka kita akan dapatkan bahwa pemimpin kaum Yahudi yang menghasut gubernur Romawi yang kala itu menjajah Palestina untuk menyalib Yesus.

Bagi pemimpin bangsa Yahudi, kehadiran Yesus yang diutus untuk meluruskan ajaran agama mereka sangatlah merugikan secara politik dan finansial. Karena ketika itu, pemimpin bangsa Yahudi memiliki pengaruh politik atas kaum mereka, yang kemudian menghasilkan keuntungan finansial bagi kantong mereka.

Salah satu contoh adalah pemimpin kaum Yahudi mengijinkan adanya jual beli di lingkungan sinagog mereka. Hal ini diharamkan oleh Yesus yang merusak semua bentuk perdagangan layak pasar di sekitar sinagog. Dan peristiwa ini dicatat dalam Injil, dimana pemimpin kaum Yahudi bersungut-sungut akibat perbuatan Yesus tersebut. Jelas sekali motif yang membuat pemimpin kaum Yahudi membenci Yesus adalah karena Yesus berusaha meluruskan aturan dan hukum dalam ajaran mereka.

Lalu apa kira-kira yang menjadi hasutan pemimpin kaum Yahudi kepada Gubernur Romawi tersebut? Apa yang sedemikian ditakutkan oleh pemimpin bangsa Romawi kala itu sehingga terhasut untuk mengikuti syahwat pemimpin kaum Yahudi untuk menyalib Yesus?

Kekuasaan.

Dakwah yang disyi’arkan oleh Yesus adalah dakwah pemurnian ajaran agama. Mengembalikan aturan dan ajaran agama dari penyimpangan dan penyelewengan yang dikembangkan oleh pemuka agama Yahudi kala itu. Dampak dari dakwah Yesus tersebut adalah pengembalian hak menentukan hukum hanya di tangan Allah, mengikuti ajaran Musa yang memberontak terhadap Fira’un dan juga sebagaimana diajarkan oleh Ibrahim yang menolak berhukum kepada patung berhala.

Jika dakwah ini menyebar dan diterima oleh kaum Yahudi, maka baik pemuka agama Yahudi maupun bangsa Romawi akan kehilangan kekuasaan yang mereka miliki saat itu. Inilah yang mereka takutkan dan yang menjadi hasutan andalan yang dikeluarkan oleh pemuka agama Yahudi kepada gubernur Romawi.

Ikhwah fillah, jika kita membaca sirah Rasulullah dan mempelajari perjalanan dakwah beliau, maka kita akan menemukan pola dakwah yang sama dengan nabi-nabi sebelum beliau. Dalam kisah Yesus, yang menolak berhukum kepada hukum Allah adalah pemuka agama Yahudi yang kemudian menghasut bangsa penyembah berhala yang berkuasa ketika itu. Dalam sirah Rasulullah, yang menolak untuk berhukum kepada hukum Allah adalah kaum Quraisy yang menyembah berhala dan memegang teguh aturan adat tradisional bangsa Arab.

Rasulullah juga menyerukan dakwah yang sama dengan dakwah yang disyi’arkan oleh Yesus, yaitu agar manusia berhukum kepada Allah, taat kepada perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Dan kini pun, ulama-ulama yang meneruskan dakwah Rasulullah juga seharusnya menyerukan kepada manusia akan hal yang sama, yaitu kembali berhukum kepada hukum Allah yang difinalisasi dalam Al Qur’an dan diteladankan kepada umat manusia melalui Sunnah Rasul-Nya, dan ditelaah hikmahnya oleh para ulama sepanjang sejarah peradaban Islam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s