Pemikiran

Langkah Pertama

Semua diawali dari satu langkah. Langkah pertama inilah yang menentukan langkah kedua, dan langkah kedua akan menentukan langkah ketiga dan seterusnya. Tanpa langkah pertama, segalanya berhenti, tak ada pergerakan, tak ada perubahan, tak ada harapan. Yang tersisa hanyalah angan-angan.

Karena itu menentukan langkah pertama sangatlah penting dalam melakukan segala sesuatu, agar langkah kedua tidak blunder yang kemudian akan mengacaukan langkah ketiga dan keempat dan seterusnya. Langkah pertama menjadi pondasi awal sebuah gerakan, perubahan, kemajuan.

Ibrahim as memulai langkah pertamanya dengan mengingkari kekufuran yang berlaku dalam kaumnya. Logika yang berfungsi dengan baik akan melihat tidak ada gunanya menyembah sesuatu yang kita ciptakan sendiri. Dan pengingkaran inilah langkah pertama Ibrahim as dalam memulai pergerakan, perubahan dan kemajuan alam berpikir dan sampai ia menjelma menjadi sebuah peradaban.

Langkah pertama Musa as adalah mengumpulkan keberanian untuk bergerak menjalankan perintah, menanggalkan rasa takut, khawatir akan kehilangan harta dan dunia, saudara dan bahkan seluruh kaumnya. Dengan langkah pertama inilah, Musa as dibimbing untuk membelah lautan, memimpin kaumnya menelusuri padang gurun dengan hanya bergantung kepada rizki Allah berupa manna dan salwa.

Langkah pertama Rasulullah saw, adalah mengikhlaskan hidupnya untuk Sang Pencipta, sebagaimana wahyu yang pertama kali turun kepada beliau. Memurnikan tujuan, syukur dan hidup sebagai satu kesatuan ibadah hanya kepada Allah Azza wa Jalla.

Dengan langkah pertama ini, Rasulullah saw dihinakan, disebut sebagai orang gila, diusir, dimusuhi oleh keluarganya, dan terancam dibunuh. Namun dengan langkah pertama ini juga, Rasulullah saw dibela dan dicintai, menemukan ikatan keluarga berdasarkan iman, hingga dibimbing untuk membawa perubahan atas seluruh peradaban dunia.

Marilah kita ingkari kebodohan dan kekufuran, bukan malah membenarkannya atas nama mashlahat. Marilah kita kumpulkan keberanian untuk akui kelemahan dan lakukan perbaikan, bergabung bersama barisan yang bergerak menuju perubahan bukan stagnansi. Marilah kita murnikan ibadah, pengorbanan, hidup dan mati di atas kemuliaan Islam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s