Pemikiran

Tanam dan Tuai

Dakwah ibarat menanam berkebun. Kita olah tanah kosong yang ada, kita bolak-balikkan tanahnya agar gembur, kita sebarkan pupuk, kita tanam bebijian dan kita jaga dari hama dan parasit yang hendak mencari keuntungan dari kebun kita.

Permasalahannya adalah dakwah tidak seperti pohon jagung yang 3 bulan dapat panen. Atau seperti pohon durian yang harus ditunggu hingga tahunan baru dapat dipanen pertama kali. Dakwah tidak dapat memiliki kepastian seperti itu, karena ia pekerjaan yang diperuntukkan kepada Allah sehingga hasilnya pun hanya Allah semata yang akan menentukan.

Medan dakwah saat ini diisi oleh beragam jenis penggarap.

Ada yang hendak menanam sejenis tanaman tertentu, hingga membukan wacana kepada setiap orang bahwa tanaman tersebut adalah tanaman yang bagus dan bermanfaat. Namun ia lupa untuk menanam biji tanaman tersebut dan sebatas hanya meyakinkan orang lain akan manfaat dari tanaman tersebut.

Ada juga yang sudah berpuluh-puluh tahun menanam tanaman, sehingga merasa bahwa sudah saatnya untuk dipanen walaupun apa yang ia tanam sama sekali belum memberikan hasil. Ia ijonkan kebunnya setiap lima tahun sekali demi meraih keuntungan yang dapat menghidupinya selama setiap lima tahun. Ia tidak sadar bahwa dengan mengijonkan kebunnya itu, ia telah menghanguskan jerih payah puluhan tahun yang telah ia kerjakan itu.

Ada juga yang menanam dengan cantik dan rapi, namun ia lupa untuk memberikan pupuk yang baik dan bergizi untuk tanamannya. Alhasil, tumbuhlah tanaman yang kering dan tidak berbuah. Walaupun cepat tanaman ini tumbuh, namun ia tidak menghasilkan.

Ada lagi yang menggarap kebunnya, memupuki tanamannya namun lalai untuk menjaga dan membina lahannya. Sehingga tanaman yang ia tanam tumbuh berdampingan dengan ilalang, parasit, dan hama. Kebun tersebut terasa penuh namun tidak menghasilkan.

Marilah kita menjadi penggarap kebun yang cerdas. Kita tanam apa yang kita yakini baik dan menghasilkan. Keikhlasan menjadi batu pondasi, kesabaran menjadi pagar-pagar kebun kita. Kita tekuni lahan tersebut, olah tanahnya, pupuki dan pelihara dengan baik tanamannya. Kelak, Sang Pemilik kebun tersebutlah yang akan memberitahu kita, waktunya untuk panen.

2 pemikiran pada “Tanam dan Tuai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s