Puisi

Lihatlah Aku!

Untuk Ibunda tercinta, kumohon maafmu.

Lihatlah aku!
Aku adalah layang-layang yang tinggi melayang,
Tanpa kepak sayap, dengan penuh harap.
Melayang aku, ingin menyentuh awan,
Tubuh terdera terpa kencang angin menghantam.

Lihatlah aku!
Hampir kusentuh hangat mentari,
Yang tinggi melambung di atas hari.
Berusaha melepas benang ikatan dalam darah,
Betapa bodohnya diri berkeluh kesah.

Lihatlah dia!
Berusaha menarikku namun aku melawan,
Aku bertahan untuk tetap melayang,
Aku ingin di atas tanpa berusaha paham,
Bahwa ia inginkan ku dalam dekapan.

Lihatlah dia!
Puluhan tahun ia disana,
Menanti aku untuk tiba di bawah.
Penuh usaha menarik ku pulang,
Membuka lapang hati dan tangan.

Lalu kini dimana dia?
Mata mencari, hati meraba,
Aku melayang tanpa arah.
Tak ada lagi yang menarik ku pulang,
Kemana waktu pergi melayang?

Dimana engkau, wahai Ibunda?
Hati durhaka kini bertanya,
Diisi sesal waktu yang terbuang sia.
Hati serakah kini melangkah pelan,
Dapatkah ku terbiasa dengan ketiadaan?

Betapa sia-sia waktu yang hilang,
Kumohon maafmu, kumohon ampunan-Nya.
Aku, layang-layang tanpa benang,
Dan penyesalan selalu terbelakang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s