Tadabbur

Ciri Orang Yang Bertaqwa (4)

@stiq_bal

Insya Allah malam ini kita akan melanjutkan pembahasan mengenai ciri orang yang bertaqwa dengan hashtag #tqwa. Semoga Allah mudahkan.

Sebelumnya kita sudah membahas ciri orang bertaqwa dari beberapa ayat yaitu QS.2:1-4, QS. 2:177, dan QS. 3:15-17. #tqwa

Di pembahasan yang ke-4 ini, kita akan masuk kepada ayat QS. 3:133-136. Krn terlalu panjang, maka ayat akan dikutip sesuai bahasan. #tqwa

Ayat ini diawali oleh seruan kepada seluruh kaum beriman agar bersegera kepada ampunan Allah, dan gambaran akan ampunan Allah tsb. #tqwa

Dalam ayat ini, Allah Azza wa Jalla menggambarkan bahwa ampunan-Nya seluas langit dan bumi. Ini jelas merupakan gambaran akan ..#tqwa

.. Maha Luas-nya Allah dan juga ampunan-Nya yang melebihi segala dosa manusia selama mereka mau bertaubat kepada-Nya. #tqwa

Ayat ini mengingatkan kita kpd kisah Tsa’labah ra yang tersadar ketika tanpa sengaja ia melihat seorang wanita yang sedang mandi, .. #tqwa

.. lalu Tsa’labah merasakan ketakutan jika sampai Allah menyingkapkan perbuatannya tersebut kepada Rasulullah melalui wahyu. #tqwa

Rasa takut itu mendorong Tsa’labah ra utk melarikan diri dari rumahnya menuju ke sebuah bukit. Ia menangis sepanjang malam menyesal. #tqwa

Jibril as datang menemui Rasulullah SAW utk mengabarkan mengenai Tsa’labah ra. Maka Nabi mengutus seorg Sahabat utk menjemputnya.#tqwa

Tsa’labah dijemput dan bertemu Rasulullah yg sedang sholat di masjid. Namun ketika bertemu, rasa penyesalan membuatnya pingsan. #tqwa

Maka Tsa’labah dibawa kerumahnya. Hingga Rasulullah datang menjenguknya. Ada satu permintaan yang diajukan oleh Tsa’labah ketika itu. #tqwa

Yaitu ampunan dari Rabb-nya atas segala dosa yang ia perbuat itu, sebuah ketidaksengajaan yang kemudian membuatnya sangat menyesal. #tqwa

Untuk satu permintaan dari Tsa’labah bin Abdurrahman ra ini, Allah mengutus Jibril as untuk menemui Rasulullah SAW dan menyampaikan .. #tqwa

 

“Andaikata hamba-Ku menghadap-Ku dg kesalahan sepenuh bumi, Aku akan menyambutnya dg ampunan-Ku sepenuh bumi juga,” oleh Jibril as. #tqwa

Mendengar jawaban yang disampaikan Jibril kepada Rasulullah, yang disampaikan kepadanya, Tsalabah meninggal seketika. Subhanallah.#tqwa

Ketika selesai menguburkan Tsa’labah ra, para Sahabat melihat Rasulullah berjalan agak berjingkat. Ketika ditanyakan, beliau .. #tqwa

.. menjawab, “Demi Allah, sungguh aku tidak mampu meletakkan kakiku di atas bumi karena banyaknya malaikat yang melayat Tsa’labah.” #tqwa

Ikhwah fillah, sungguh ampunan Allah sangat besar dan luas. Tidak ada dosa yang tidak diampuni-Nya selama kita bersedia bertaubat.#tqwa

Dan keluasan ampunan Allah tersebut adalah sesuatu yang Allah persiapkan untuk menyambut orang yang bertaqwa kelak di Akhirat.#tqwa

“Yaitu orang yang menafkahkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit, ..” QS. 3:134. Ini adalah ciri pertama dari org bertaqwa .. #tqwa

.. dalam pembahasan kita malam ini. Berinfaq dalam keadaan lapang maupun sempit. Alhamdulillah, ini sudah kita bahas sebelumnya. #tqwa

“.., dan orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Allah menyukai orang yang berbuat kebajikan.” QS. 2:134#tqwa

Menahan amarah adalah sesuatu yang sangat sulit untuk dilakukan. Lonjakan emosi tiba-tiba terkadang keluar di luar kendali. #tqwa

Namun Rasulullah pun mendorong kita utk berusaha menjaga amarah kita agar terkendali dan terarahkan kepada melakukan kebaikan.#tqwa

Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda, “Tidaklah seorang hamba menahan amarah krn Allah SWT, kecuali Allah akan berikan .. #tqwa

.. baginya keamanan dan keimanan.” HR. Abu Daud, sanad hasan. Mari kita sedikit baca lagi sabda Rasulullah seputar menahan marah.#tqwa

Dalam hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW mengatakan bahwa orang yg paling kuat adlh dia yg mampu menahan amarah. #tqwa

Kemuliaan menahan amarah, belum cukup. Masih perlu ditambahkan dengan kemampuan utk memberikan maaf, agar ia menjadi sempurna.#tqwa

Memberikan maaf adalah sesuatu yang Allah sebutkan dalam QS. 2:237 sebagai, “.. dan pemaafan kamu itu lebih dekat kepada taqwa.”#tqwa

“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan.” QS. 2:263. #tqwa

Dalam QS. 7:199, Allah berfirman, “Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, ..” Tidak diragukan permaafan .. #tqwa

.. adalah salah pelengkap dan penyempurna dari ketaqwaan seseorang. Stlh ia mampu menahan amarahnya, lalu ia berikan maaf.#tqwa

Lebih lagi, Allah menamakan mereka yang berinfaq, lalu menahan amarah dan memberikan maaf sebagai orang yang melakukan kebaikan. #tqwa

“Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, ..” QS. 3:135 #tqwa

Ciri berikutnya dari orang bertaqwa adalah mereka yang ketika melakukan perbuatan yang menganiaya diri, mereka segera mengingat Allah. #tqwa

Ciri ini mengingatkan kita kepada kisah Tsa’labah ra di awal pembahasan malam ini. Ini menunjukkan rasa takut, cemas dan kesadaran .. #tqwa

.. adanya pengawasan Allah ta’ala atas dirinya. Ini hanya akan dimiliki oleh mereka yang beriman kpd perkara yg ghoib (QS. 2:2). #tqwa

Sambungan dari ayat sebelumnya menunjukkan konsekuensi yang waras dari mereka yang benar-benar beriman kpd Allah dan malaikat-Nya. #tqwa

“.. lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka ..” QS. 3:135. Kesadaran apapun tidak akan berguna jika tdk menghasilkan sebuah .. #tqwa

.. reaksi yang tepat. Kesadaran akan rasa panas, membutuhkan reaksi menghindar misalnya. Kesadaran akan dosa, reaksinya bertaubat.#tqwa

Disini bisa kita lihat bahwa org yg dikatakan sebagai orang bertaqwa bukanlah seseorang yang tanpa dosa. Tidak ada manusia tanpa dosa.#tqwa

Org yg dikatakan bertaqwa pun suatu ketika akan melakukan kekhilafan sbg manusia biasa. Bedanya mereka segera menyadari kesalahan tsb. #tqwa

Org yg dikatakan bertaqwa pun suatu ketika akan melakukan kekhilafan sbg manusia biasa. Bedanya mereka segera menyadari kesalahan tsb. #tqwa

Disini artinya, orang yang bertaqwa memahami hakikat diri mereka yang lemah sebagai manusia, dan hakikat Allah sbg Rabb-nya. #tqwa

“.. dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah?” QS. 3:135. Siapa yang mampu dan sanggup mengampuni dosa manusia? #tqwa

Tanpa ada kesadaran akan dosa, pemahaman akan Allah sebagai Maha Pengampun, maka tidak akan ada ketaqwaan dalam diri seseorang. #tqwa

Tanpa ada rasa takut akan azab Allah, maka tidak akan ada kecenderungan untuk memohon ampunan dari segala dosa yg ia lakukan. #tqwa

Manusia yang bertaqwa memahami betul dan meyakini betul akan seluruh hal ini sehingga ia memohon ampunan Allah atas dosanya.#tqwa

“Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” QS. 3:135. Dan yg sama pentingnya dg permohonan ..#tqwa

.. ampunan Allah adalah upaya keras untuk tidak mengulangi lagi dosanya secara sadar atau bahkan membangkang. #tqwa

Inilah hakikat dari kembali kepada Allah, yaitu kesadaran atas dosa dan kelemahan diri, pemahaman akan sifat Allah yg mulia, .. #tqwa

.., lalu dengan sadar dan menyesal ia melangkah kepada Allah, bersegera tanpa menunda sedikitpun langkah tersebut. Ini ia lakukan ..#tqwa

.. dengan tujuan agar ia senantiasa berada kembali bersama Allah. Sehingga ia tidak mengulangi lagi dosanya scr sadar. #tqwa

Ikhwah fillah, orang yang bertaqwa adalah orang yang senantiasa bertaubat kepada Allah ta’ala atas segala dosanya. #tqwa

Ia menyadari kelemahannya, merendahkan diri di hadapan Allah, dan merengkuh kemuliaan dengan bertaubat kepada-Nya. #tqwa

“Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka ..” Ampunan Allah atas segala dosa mereka yang telah mereka sesali.#tqwa

“.. dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; ..” QS. 3:136. Kemudian mereka mendapat surga. #tqwa

“.. dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.” QS. 3:136. Tidak ada yg lebih baik daripada ampunan Allah dan surga-Nya. #tqwa

Nah, alhamdulillah pembahasan kita malam ini selesai. Semoga bermanfaat. Billahi tawfiq wal hidayah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s