Tadabbur

Ciri Orang Bertaqwa (3)

@stiq_bal

Bismillahirrohmannirrohim. Insya Allah kita akan memulai pembahasan kita selanjutnya mengenai ciri orang yang bertaqwa dg hashtag #tqwa.

Setelah kemarin kita membahas secara ringkas ayat QS. 2:177, maka kali ini DR. Sa’id Al Qohthoni melanjutkan dengan QS. 3:15-17. #tqwa

Ayat ini dimulai dengan QS. 3:15, dimana Allah ta’ala menjelaskan bagaimana balasan yang akan diterima oleh mereka yang bertaqwa.#tqwa

“Pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya.” QS. 3:15 #tqwa

“Dan (mereka dikaruniai) istri-istri yang disucikan serta keridaan Allah.” QS. 3:15. Maha Besar Allah dengan segala rahmat-Nya. #tqwa

Pertama, Allah memasukkan mereka ke dalam surga-Nya yang indah dan kekal. Lalu Allah anugerahkan mereka pasangan hidup yg disucikan. #tqwa

Dan yang paling besar dari itu semua adalah Allah memberikan keridhoan-Nya kepada mereka yang bertaqwa kepada-Nya di dunia.#tqwa

Siapa sajakah yang dicirikan sebagai orang bertaqwa itu? Mari kita mulai dengan masuk ke ayat berikutnya, QS. 3:16. #tqwa

“(Yaitu) orang-orang yang berdoa: ‘Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami .. #tqwa

..dan peliharalah kami dari siksa neraka’, ..” QS. 3:16. Inilah isi doa dari orang yang bertaqwa yang segera akan kita selami. #tqwa

DR. Sa’id Al Qohthoni menjabarkan, pertama bahwa orang bertaqwa akan bertawassul dengan keimanan mereka dan harapkan ampunan Allah. #tqwa

Bertawassul dengan keimanan mencirikan setidaknya dua hal. Pertama, mereka beriman dengan benar dan utuh sesuai tuntutan Islam. #tqwa

Kedua, kaum yang bertaqwa adlh mereka yang memahami bahwa Allah mengabulkan doa dengan perantaraan amal sholih, dlm hal ini adlh iman. #tqwa

Dari satu poin pertama ini, kita dapat menyimpulkan bahwa orang bertaqwa adlh mereka yang beriman dan berilmu sesuai tuntutan Islam. #tqwa

Poin kedua, yaitu orang bertaqwa senantiasa mengharapkan ampunan dari Rabb mereka. Ini pun bisa kita jabarkan lbh jauh. #tqwa

Harapan terhadap ampunan Allah, mencirikan tiga hal yang penting.Pertama adalah mereka mengenal Allah, Rabb yang Maha Pengampun. #tqwa

Pengenalan terhadap Allah (ma’rifatullah) merupakan salah satu pokok aqidah yang dasar untuk meraih ketaqwaan kepada-Nya. Dan dari ..#tqwa

.. mengenal Allah, kita dapat mengetahui besarnya ampunan Allah dan rahmat-Nya sehingga kita tidak putus asa dan senantiasa berharap.#tqwa

Firman Allah ta’ala, “Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” QS. 12:87 #tqwa

Adalah wajib bagi mereka yang beriman untuk berharap kepada Allah ta’ala. Tanpa harapan, itu artinya mereka berputus asa. #tqwa

Kedua, orang yang bertaqwa adalah mereka yang mengenal aibnya sendiri, mereka senantiasa bermuhasabah dan merendahkan diri kpd Allah. #tqwa

Muhasabah menjadi kunci dari mengenali kekurangan diri dan tawadhu’. Dg memahami bhw diri penuh kekurangan, maka kita jauhi sombong. #tqwa

Lalu yang terakhir adlh rasa takut yang mendalam terhadap azab Allah ta’ala. Ini tentu juga berasal dari ma’rifatullah yang benar. #tqwa

Firman Allah, “.. krn itu janganlah kamu takut kpd mereka, tetapi takutlah kpd-Ku, jika kamu benar orang yang beriman.” QS. 3:173#tqwa

Ciri paling menonjol dari orang yang bertaqwa adalah ketiga hal ini, harapan terhadap Allah, muhasabah, dan takut kpd Allah. #tqwa

Ketiganya adalah satu rangkaian yang tidak boleh terpisah agar mereka dapat saling melengkapi. Tanpa salah satu, maka menyimpang. #tqwa

Lalu poin ketiga dalam pembahasan kita kali ini adalah orang yang bertaqwa akan senantiasa mencari keselamatan dari api neraka. #tqwa

Siksa api neraka, adalah salah satu bagian dari janji Allah di Hari Akhirat thdp mereka yang bermaksiat kpd Allah, ingkar dan syirik.#tqwa

Tiga hal ini adlh hal yang dibenci oleh orang yang bertaqwa. Rasulullah bersabda, “.. dan engkau benci utk kembali kafir, .. #tqwa

.. sebgmn engkau benci utk masuk neraka,” (Al Hadits) sebagai salah satu ciri mereka yang merasakan manisnya iman. #tqwa

Firman Allah, “.. serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan.” QS. 49:7, kpd mereka yg telah Allah ..#tqwa

.. tanamkan kecintaan terhadap keimanan dan Allah jadikan keimanan itu sebagai satu hal yang indah dalam hati mereka. #tqwa

Permohonan perlindungan dari siksa api neraka juga merupakan bentuk keimanan kepada Hari Akhirat yang diamalkan secara nyata.#tqwa

Ikhwah fillah, dari kedua pembahasan kita sebelumnya, ciri orang bertaqwa yang tidak pernah lepas adlh keimanan kpd Hari Akhirat.#tqwa

Baik dalam QS. 2:1-4, QS. 2:177 maupun dalam pembahasan kali ini, keimanan terhadap Hari Akhirat menjadi ciri yang kuat atas taqwa.#tqwa

Lalu kita lanjut ke ayat berikutnya, “(Yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya .. #tqwa

.. dan yang memohon ampun di waktu sahur.” QS. 3:17. Ada lima poin dalam ayat ini yang menjadi ciri orang yang bertaqwa. #tqwa

Pertama adalah sabar. Dalam ‘Uddatush Shobirin, Ibnu Qayyim menjelaskan panjang lebar mengenai makna sabar scr aplikatif. #tqwa

Sabar sama sekali bukan sebatas perilaku pasif untuk menahan diri dari sesuatu, namun juga perilaku aktif utk senantiasa bergerak. #tqwa

Jadi sabar, dlm hal ini dpt diartikan sebagai menahan diri dari maksiat dan senantiasa beramal sholih. Inilah kesabaran yang terpuji. #tqwa

Lalu orang yang benar. Imam Ibnu Katsir mengatakan mengenai orang yang benar adalah orang yang benar dalam keimanan mereka. #tqwa

Abu Bakar Ash Shiddiq ra, menyandang nama “Ash Shiddiq” bukan sebagai isapan jempol belaka. Namun krn beliau benar dlm keimanannya. #tqwa

Ketika bahkan para Sahabat lain ragu mengenai peristiwa Isra Mi’raj, Abu Bakar ra mengatakan, “Kalau Muhammad katakan begitu, .. #tqwa

.. maka itu adalah benar.” Masya Allah. Tidak ada yang tidak masuk akal bagi orang yg beriman dg benar kpd kekuasaan Allah. #tqwa

Demikian Abu Bakar ra juga adalah yg menegur dg teguran tegas ketika kaum Muslimin terpukul dalam duka krn wafatnya Rasulullah.#tqwa

Ibnu Abbas ra mengatakan mengenai Abu Bakar ra pada hari itu, “Jika tidak ada Abu Bakar, maka umat ini akan binasa.” #tqwa

Lalu orang yang bertaqwa adalah mereka “.. yang tetap taat,” yaitu mereka yang menjaga diri dalam ketundukan dan kepatuhan kpd Allah.#tqwa

Ketaatan seorang yg bertaqwa hanyalah kepada Allah ta’ala dan Rasul-Nya, bukan kepada selainnya. Jika ia menaati org lain, maka ..#tqwa

.. itu adalah dalam rangka penjagaan dirinya terhadap ketaqwaan kepada Allah dan Rasul-Nya. Artinya, mereka tdk akan taat jika ..#tqwa

.. kebijakan yang diwajibkan kepadanya oleh org lain menyelisihi atau bermaksiat terhadap Allah dan Rasul-Nya. Ini jelas tertolak. #tqwa

Maka itu, tidak akan juga seorang yang bertaqwa taat kepada mereka yang menyatakan diri berdaulat atas hak-hak Allah dan Rasul-Nya.#tqwa

Orang yang bertaqwa tidak akan tunduk dalam sebuah sistem yang menolak Allah sebagai satu-satunya yang berhak menentukan syari’at.#tqwa

Lalu yang selanjutnya adalah orang yang bertaqwa adalah mereka “.. yang menafkahkan hartanya,” poin ini sudah kita bahas sebelumnya.#tqwa

Namun perlu kita ingat kembali dan mengambil ibroh, bahwa berinfaq jg merupakan ciri org bertaqwa yg berulangkali disebut oleh Allah.#tqwa

Baik dalam QS. 2:1-4, QS. 2:177 maupun dalam pembahasan ini, berinfaq juga selalu melekat dalam ciri orang yang bertaqwa. #tqwa

Ikhwah fillah, Allah berulangkali menekankan bahwa ciri orang yang bertaqwa adalah mereka yang senantiasa berinfaq.#tqwa

Lalu ciri terakhir dalam pembahasan kita kali ini, orang yang bertaqwa adalah mereka “.. yang memohon ampun di waktu sahur.” #tqwa

Jika sebelumnya kita sudah membahas mengenai memohon ampun, maka mengapa harus di waktu sahur? Agar kita dapat memahami ayat ini, .. #tqwa

.. kita harus melihat kepada beberapa ayat. Insya Allah, tweeps sekalian dapat langsung mentadabburi ayat yang menjadi rujukan.#tqwa

Dalam QS. 32:15-16, Allah mencirikan orang yang senantiasa bangun di malam hari utk bersujud dan bertasbih sbg org yg beriman. #tqwa

Dalam ayat QS. 32:16, bisa kita perhatikan bahwa mereka yang dikatakan beriman sebagai orang yang penuh dg harap dan takut kpd Allah. #tqwa

Demikianlah sedikit yang bisa saya bagikan dalam pembahasan kali ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Billahi tawfiq wal hidayah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s