Tadabbur, Twit

Ciri Orang Yang Bertaqwa (2)

@stiq_bal

Bismillahirrohmannirrohiim. Sembari menunggu waktu sholat Ashar, mari kita lanjutkan pembahasan mengenai ciri muttaqin dg hashtag#tqwa.

Setelah semalam kita membahas secara ringkas mengenai QS. 2:1-4, kini kita akan memasuki pembahasan yang baru yaitu QS. 2:177.#tqwa

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke Timur dan Barat itu suatu kebajikan, akan tetapi kebajikan itu adalah beriman kepada Allah, ..#tqwa

.. Hari Akhirat, Malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Nabi-nabi-Nya, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, .. #tqwa

.. anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir, dan orang yang meminta-minta; dan memerdekakan hamba sahaya, mendirikan sholat, .. #tqwa

.. dan menunaikan zakat; dan orang yang menepati janjinya jika ia berjanji; dan orang yang bersabar dalam kesempitan, penderitaan ..#tqwa

.. dan peperangan. Mereka itulah orang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.” QS. 2:177. Panjang ya? #tqwa

DR. Sa’id Al Qohthoni setidaknya menjabarkan adanya 11 poin dalam ayat QS. 2:177 yang menjelaskan ciri orang yang bertaqwa. Namun ..#tqwa

.. kita akan membahasnya secara ringkas berhubung beberapa poin sebenarnya sudah dibahas pada pembahasan sebelum ini. #tqwa

Poin pertama adalah beriman kepada Allah Azza wa Jalla, Hari Akhirat, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan kpd juga para nabi-Nya. #tqwa

Kita bisa lihat bahwa kelima unsur keimanan yang disebutkan dalam poin pertama tersebut semuanya termasuk ke dalam rukun iman.#tqwa

Keimanan secara utuh adalah landasan yang membentuk ketaqwaan. Tentu keimanan sebagaimana dipahami oleh pemahaman yang lurus.#tqwa

Ibnu Qayyim Al Jauziyah rahimahullah menjelaskan mengenai iman sebagai keyakinan dalam hati, penegasan secara lisan, yang .. #tqwa

.. dibuktikan melalui amal baik yang dhohir maupun bathin, dan kemudian ia dakwahkan semampu yang ia sanggup dakwahkan. #tqwa

Jadi keimanan membutuhkan pembuktian nyata, dan upaya semampu kesanggupannya untuk mendakwahkannya. Inilah iman yang benar.#tqwa

Uniknya disini, kita bisa melihat bahwa urutan keimanan setelah beriman kepada Allah adalah keimanan kepada Hari Akhirat. #tqwa

Dlm ayat ini dan bbrp ayat lainnya, Allah menekankan hal yang sama, mendampingkan keimanan kepada-Nya dengan iman kepada Hari Akhir. #tqwa

Kita bisa melihat betapa urgensi beriman kepada Hari Akhirat menjadi pembentuk karakter taqwa yang luar biasa setelah iman kpd Allah.#tqwa

Padahal bisa dikatakan, beriman kepada Hari Akhir justru merupakan konsekuensi dari keimanan kepada kitab-Nya dan Rasul-Nya. #tqwa

Tanpa keimanan kepada Rasul-Nya tentu kita tidak akan beriman kepada apa yang beliau bawa; kitabullah yang beritakan soal Akhirat.#tqwa

Namun keimanan kepada Hari Akhirat-lah yang motor penggerak jiwa untuk senantiasa taat kepada Allah dan menjauhi maksiat kepada-Nya.#tqwa

Handzalah ra pernah mengatakan, “Ketika bersama Rasulullah, kami seakan melihat surga dan neraka di hadapan kami.” (Al Hadits) #tqwa

Yang menakjubkan dari para Sahabat ra, adalah keimanan mereka terhadap Hari Akhirat adalah nyata terlihat dalam kehidupan mereka.#tqwa

Umar bin Khaththab ra dalam sebuah kisah pernah menangis dan jatuh sakit ketika mendengar ayat ancaman Allah akan Hari Akhirat.#tqwa

Lalu iman kepada Akhirat disusul dengan keimanan kepada para malaikat-Nya, yang hidup mengawasi setiap ucapan dan amal perbuatan kita. #tqwa

Contoh yg paling menakjubkan terhadap keimanan terhadap Malaikat adalah kisah mengenai Utsman bin Affan ra yang sungguh pemalu.#tqwa

Utsman bin Affan ra beriman bahwa malaikat ada dan mengawasi amal perbuatan kita, maka beliau mandi dg mengenakan pakaian krn malu.#tqwa

Rasulullah mengatakan mengenai Utsman ra, “Bagaimana aku tidak malu terhadap orang yang bahkan para malaikat pun malu kepadanya?” #tqwa

Kita bisa melihat disini, bahwa keimanan yang dijalankan oleh para Sahabat adalah keimanan yang membentuk dan merubah karakter mereka. #tqwa

Beriman kepada kitab Allah pun menjadi faktor yang merubah bangsa Arab yang sebelumnya jahil, menjadi bangsa yang maju dlm sejarah.#tqwa

Ketika seluruh kehidupan bangsa Arab masih dalam kegelapan jahiliyah, mereka sama sekali bukan bangsa yang dipandang dlm peradaban. #tqwa

Kehormatan bagi mereka adalah kebanggaan dan fanatisme kesukuan, dan hanya itulah yang mengikat bangsa Arab dalam persatuan. #tqwa

Ketika Islam datang dan merubah mereka dengan keimanan, mereka menjadikan Al Qur’an sebagai penuntun kehidupan mereka. Luar biasa. #tqwa

Keimanan mereka terhadap Al Qur’an merubah secara radikal gaya hidup mereka sehingga mereka menjadi bangsa yang terpandang dan maju. #tqwa

Bisa kita perhatikan skrg ini, dunia tidak memiliki bangsa dengan peradaban yang maju karena dunia saat ini telah meninggalkan Islam.#tqwa

Bangsa-bangsa yang memimpin peradaban dunia skrg ini, memiliki penyakit sosial, ekonomi, politik yang menggerogoti mereka dari dalam. #tqwa

Parahnya, bangsa yang lain menjadikan mereka sebagai panutan, padahal mereka adalah bangsa yang bangkrut scr ekonomi, hancur dalam .. #tqwa

.. sosial budaya, krisis kepercayaan dalam politik pemerintahan mereka, dan mengalami kecacatan mental dalam kemiliteran mereka.#tqwa

Namun jauhnya kita dari ketaqwaan menjadikan kita sebagai pengikut mereka yang terapkan sistem demokrasi mereka, sistem ribawi .. #tqwa

.. mereka, budaya hedonisme mereka, dan tirani kemiliteran yang rakus dan serakah dalam kekuasaan milik mereka. #tqwa

Jika keadaan ini diteruskan, dan umat Islam tidak segera kembali kepada Al Qur’an dengan keimanan yang benar, maka hancurlah kita.#tqwa

Keimanan kepada Al Qur’an kemudian disusul dengan keimanan kepada para Nabi dan Rasul, terutama Muhammad SAW sebagai rasul Allah. #tqwa

Dengan beriman kepada Rasulullah SAW sebagai penutup para Nabi dan pembawa risalah Islam yang sempurna, maka tidak ada lagi nabi ..#tqwa

.. setelah beliau dan tidak ada sistem hidup yang lebih baik daripada yang beliau ajarkan kepada umat manusia, yaitu Islam. #tqwa

Sejarah peradaban manusia buktikan satu hal, bahwa tidak ada sistem hidup selain Islam yang membawa kemakmuran dan kebahagiaan.#tqwa

Monarki runtuh krn ketidakadilan. Digantikan dengan tirani yang menindas. Digantikan dengan teokrasi yang menipu umat manusia.#tqwa

Teokrasi kemudian digantikan dengan sistem sosialis yang juga menindas, kemudian kini berkembang sistem demokrasi yang bathil.#tqwa

Selama pergantian sistem demi sistem yang melalui episode selama berabad-abad, selama itu pula Islam berdiri tegak diatas Qur’an. #tqwa

Barulah ketika kaum Muslimin mulai meninggalkan Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah, penjajahan terhadap dunia Islam dimulai. #tqwa

Ikhwah fillah rahimahumullah, ketaqwaan sangat bergantung kepada keimanan. Dan cerminan keimanan adalah kehidupan kita itu sendiri.#tqwa

Ketika hidup diisi dengan nilai-nilai Islam, diwarnai dengan sunnah Rasulullah SAW, maka disitulah letak kemuliaan dunia dan Akhirat.#tqwa

Dan dari keimanan tersebut, beranjaklah ia menjadi pribadi yang taat kpd Rabb-nya, menjauhi maksiat, dan ihsan. Ia pun menjadikan ..#tqwa

.. Al Qur’an sebagai pedoman hidupnya, panduan hidupnya, dan juga menjadikan Rasulullah sebagai teladan utama. Sehingga seorang ..#tqwa

.. yg bertaqwa adalah mereka yang berIslam secara utuh, dan menjadikan Islam sebagai karakter mereka, akhlaq mereka, dan sikap mereka. #tqwa

Jika kita perhatikan, sudah ada lima poin dari rukun Iman yang kita bahas sejauh ini. Padahal rukun iman ada enam poin, betul? #tqwa

Rukun iman apa yang belum kita bahas? Yaitu beriman kepada taqdir Allah, yg baik maupun yg buruk. Ini merujuk kpd hadits Jibril as. #tqwa

Dan inilah kelanjutan dari pembahasan kita, yang Allah jelaskan dalam ayat QS. 2:177 ini dengan mengungkapkan sebuah amalan nyata.#tqwa

“.. dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak yatim, org miskin, musafir dan org yg meminta-minta; ..” QS. 2:177.#tqwa

Jika kita menghubungkan ke enam poin dalam rukun iman dengan ayat QS. 2:177, maka kita akan temukan bahwa keimanan kepada taqdir ..#tqwa

.. Allah, baik maupun buruk, berhubungan secara langsung dengan kehidupan nyata kita. Dalam ayat ini dicontohkan dg harta. #tqwa

Mengapa harta? Karena harta adalah satu hal yang dapat menggambarkan kecintaan terhadap dunia dengan sempurna dalam kehidupan kita. #tqwa

Dan kecintaan kepada dunia adlh satu hal yang menghalangi manusia dari keimanan terhadap taqdir Allah, kekuasaan-Nya yang tanpa batas. #tqwa

Kita bisa melihat ayat Allah yang lain, yaitu QS. Ath Thalaq [65]:7, “Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya.” #tqwa

Lanjutannya, “Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya.” #tqwa

Lalu, “Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya.” Belum habis disini.#tqwa

“Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” QS. 65:7. Disinilah letak iman kepada qadarullah tersebut. #tqwa

Perintah untuk memberikan harta, berinfaq dan bersedekah, kepada orang lain membutuhkan sebuah keyakinan yang kuat akan qadarullah.. #tqwa

Tanpa keyakinan yang kuat terhadap kekuasaan Allah yang tanpa batas itu, maka akan sulit bagi diri kita utk menjalankan perintah ini.#tqwa

Dalam ayat QS. 65:7 tersebut, Allah bahkan perintahkan kita untuk berinfaq terlepas keadaan kita lapang atau sempit. Subhanallah. #tqwa

Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda, “Berinfaqlah wahai Bilal! Jangan takut engkau dimiskinkan oleh Dzat Yang memiliki Arsy.” #tqwa

Padahal kita mengetahui bahwa Bilal ra hanyalah seorang mantan budak yang tidak memiliki banyak harta. Dan Bilal pun berinfaq. #tqwa

Takutnya kita terhadap kemiskinan, merupakan bentuk keraguan terhadap kekuasaan Allah ta’ala dalam memberikan kita penghidupan.#tqwa

Maka itu, kita hanya akan menemukan mereka yang takut terhadap kemiskinan adalah mereka yang jauh dari nilai Islam dan keimanan.#tqwa

Mereka yang bersedekah karena keinginan untuk mendapatkan kekayaaan, ini pun bentuk dari ketakutan terhadap kemiskinan itu.#tqwa

Maka Allah pertegas bahwa ciri orang yang bertaqwa adlh mereka yang memberikan hartanya di jalan kebaikan, utk mereka yg membutuhkan. #tqwa

Dan lebih lagi, mereka memberikan harta mereka yang paling mereka cintai. Bukan sekedar harta yg ada, tapi yang paling mereka cintai.#tqwa

Abu Tholhah ra, salah seorang Sahabat yang kaya raya, ketika mendengar ayat QS. 2:92 turun, ia infaqkan kebunnya yang luas ..#tqwa

.. yang berada tepat di depan masjid Nabawi. Bayangkan berapa harga tanah di depan masjid Nabawi sekarang ini. Tentu sangat mahal.#tqwa

Tapi motivasi Abu Tholhah ra dalam menginfaqkan kebun yang ia cintai itu adalah, “Kamu tidak akan pernah dapatkan kebaikan hingga .. #tqwa

.. mampu menginfaqkan dari apa yang kamu cintai.” QS. 2:92. Dan yang ia cintai adalah kebunnya yang diberi nama “Bairahah” itu. #tqwa

Dapat kita simpulkan disini bahwa mereka yg bertaqwa adlh mereka yg beriman bahwa Allah-lah yang berkuasa atas hidup dan harta mereka.#tqwa

Lalu lanjutan ayat QS. 2:177, “.. dan memerdekakan hamba sahaya, mendirikan sholat, dan menunaikan zakat; ..” #tqwa

Sistem perbudakan adalah sistem yang sudah mengakar dalam budaya jahiliyah. Perbudakan berhubungan langsung dg tatanan sosial mereka. #tqwa

Dan kita melihat dalam ayat ini, bahwa membebaskan manusia dari perbudakan, Allah sejajarkan dg tegaknya sholat dan lunasnya zakat.#tqwa

Penekanan ini menunjukkan Islam sangat mementingkan sebuah tatanan masyarakat yg terbebas dari perbudakan. Islam menolak perbudakan. #tqwa

Salah seorang Sahabat yang dikenal dermawan dalam membebaskan budak, Abu Bakar Ash Shiddiq ra. Bilal ra termasuk yang beliau bebaskan. #tqwa

Membebaskan budak adlh amal sholih yang mulia nilainya sehingga ia disejajarkan dengan sholat dan zakat yang menjadi rukun Islam. #tqwa

Lalu ciri orang yang bertaqwa yang lain adalah, “.. dan orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji; ..” QS. 2:177. #tqwa

Bani Israel adalah kaum yang Allah gugat janji mereka berulang kali dalam Al Qur’an. Mereka adlh contoh orang yg khianat dan durhaka.#tqwa

Apa janji yg mereka khianati? “Janganlah kamu menyembah selain Allah, berbuat baiklah kpd orang tua, kaum kerabat, anak yatim ..#tqwa

.. dan orang miskin, serta ucapkanlah kata yang kpd manusia, dirikanlah sholat dan tunaikanlah zakat.” QS. 2:83. #tqwa

Janji yang paling utama utk ditepati jelaslah perjanjian kita dengan Pencipta diri kita ini. Yaitu untuk beribadah hanya kepada Allah. #tqwa

Firman Allah, “Sebenarnya siapa yg menepati janjinya dan bertaqwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang yg bertaqwa.” QS. 3:76#tqwa

Namun ancaman Allah terhadap mereka yang mengkhianati janji yang mereka buat, “Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji Allah ..”#tqwa

.. dan sumpah-sumpah mereka dg harga yang sedikit, mereka tdk mendapat bagian di Akhirat, .. bagi mereka azab yang pedih.” QS. 3:77#tqwa

Mungkin ayat ini tepat jika di masa Pilkada ini kita berikan kepada para calon Gubernur yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat. #tqwa

Firman Allah,”Setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, ..” QS. 4:120#tqwa

Lalu ciri terakhir dalam pembahasan kita kali ini adalah, “.. dan orang yg sabar dlm kesempitan, penderitaan dan dlm peperangan.” #tqwa

Seseorang akan dapat bersabar jika ia meyakini bahwa akan ada ganjaran atas kesabarannya, atau ada kekuatan yang akan membalikkan .. #tqwa

.. keadaannya saat ini.Disini kembali kita melihat keimanan kpd qadarullah membentuk karakter pribadi manusia yang bertaqwa. #tqwa

Orang yg bertaqwa dlm ayat ini, bersabar atas 3 hal, yaitu kesempitan, penderitaan, dan peperangan. Mari kita jabarkan satu per satu. #tqwa

Konotasi kesempitan adalah permasalahan harta. Dan untuk hal ini sudah kita bahas dalam pembahasan hari ini. Jadi akan kita lewati.#tqwa

Namun selain dalam urusan harta, kesempitan juga dapat dimaknai dalam masalah perasaan atau kejiwaan. Sempit krn terhimpit beban.#tqwa

Jika kesempitan diartikan dalam masalah kejiwaan yg terhimpit beban, maka penderitaan adalah jelas yang berhubungan scr fisik. #tqwa

Penderitaan bisa berupa penyakit, kecacatan, dan lain sebagainya. Kesempitan bisa berupa kesedihan, duka dan lain sebagainya. #tqwa

Mungkin kita bisa pahami dua hal ini dan bagaimana bersabar terhadap keduanya sangat dekat dg penerimaan thdp taqdir Allah dg ikhlas. #tqwa

Tp bersabar dalam peperangan, ini hal yang sama sekali berbeda. Bersabar dalam jihad sungguh jauh berbeda dg perkara sebelumnya.#tqwa

Dan saya meyakini, tidak mungkin seseorang dpt menjelaskan mengenai bersabar dalam jihad kecuali mereka yang pernah terjun sendiri. #tqwa

Karena itu, saya memilih manahan diri dari menjabarkan apa yang dimaksud dengan bersabar dalam peperangan krn saya belum pernah alami. #tqwa

Namun, yg perlu kita pahami disini adlh bagaimana kaum Muslimin yang saat ini sdg dlm keadaan sempit, jiwa maupun harta, menderita ..#tqwa

.. dan dalam keadaan berperang, sungguh mereka berada dalam ujian nyata dari Allah ta’ala yang membutuhkan dukungan kita. #tqwa

Sangatlah tidak Islami, utk menghujat mereka yang berada dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan, sebagai Khawarij dsb. #tqwa

Jelas perilaku yang rusak semacam itu, adalah perbuatan mereka yang mengendap penyakit nifaq di dalam hati mereka, luntur aqidahnya. #tqwa

Mereka yg mencela para Mujahidin sbg anjing neraka, Khawarij, bughot, padahal mereka sendiri enggan berjihad, adlh jauh dari taqwa.#tqwa

Mereka mencela Syaikh Osama sbg anjing neraka, padahal di kaki beliau menempel debu jihad yg lbh mulia daripada amalnya sendiri.#tqwa

Mereka mencela Syaikh Abdullah Azzam sebagai Khawarij, padahal beliaulah yang menjaga wilayah kaum Muslimin dari penjajahan kafir.#tqwa

Mereka ini jelaslah kaum yang tidak berpikir, tidak mendengar dan tidak melihat. Mereka dungu, tuli dan buta terhadap kenyataan. #tqwa

Ini perlu kita pahami, agar kita tidak termasuk ke dalam golongan yang mencela mereka yang bersabar dalam kesempitan, penderitaan, ..#tqwa

.. dan dalam peperangan melawan kaum kafir dan membela Islam agar senantiasa tegak di bumi Allah ini. Jangan sampai, ya ikhwah.. #tqwa

Karena mereka itu yg disebut Allah dlm ayat ini sebagai, “orang yg benar (imannya); dan mereka itulah orang yg bertaqwa.” QS. 2:177#tqwa

Demikian yang bisa saya bagikan dalam kesempatan ini, semoga Allah rezeqikan saya untuk melanjutkan pembahasan ciri muttaqin ini. #tqwa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s