Tadabbur

Istiqomah di Dalam Iman

Salah satu hadits yang paling saya sukai adalah sabda Rasulullah SAW, “Katakan bahwa aku beriman kepada Allah, lalu istiqomahlah.” Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Nawawi -rahimahullah- dalam kumpulan hadits beliau yang mashyur, Hadits Arba’in.

AlJika kita renungkan hadits ini, tentu kita akan dapatkan banyak makna yang terkandung didalamnya. Mari kita sejenak merenungi sedikit hadits ini agar dapat menjadi manfaat bagi kita.

Pertama, iman tidaklah konstan dan selalu ada. Perintah Rasulullah untuk istiqomah dalam iman menunjukkan bahwa iman bisa saja tidak ada setelah sebelumnya ia ada. Istiqomah atau untuk teguh dalam iman menunjukkan bahwa perlu upaya untuk dapat senantiasa berada dalam keimanan dan tidak keluar darinya.

Kedua, perlu kita pahami bahwa hadits ini adalah hadits pada masa Mekkah pertama kali, dimana belum ada syari’at Islam yang turun. Kewajiban pertama kaum Muslimin adalah untuk beriman kepada Allah dan meninggalkan ilaah selain Allah. Perintah untuk istiqomah menunjukkan bahwa agama ini tidak akan berhenti sampai disini. Namun ia akan senantiasa berkembang dan tumbuh. Akan ada syari’at yang kemudian diperintahkan Allah kepada kaum Muslimin, dan tanpa keistiqomahan dalam iman maka perintah tersebut tentu akan terlalaikan.

Ketiga, ibadah adalah upaya yang dibutuhkan untuk menjaga keistiqomahan kita. Ibadah mengingatkan kembali, membawa kita kembali kepada poin awal yaitu iman kepada Allah. Hal ini akan senantiasa menjaga kita dalam keseharian, berbagai aktivitas kehidupan, dan ibadah akan menjadi bahan bakar yang menyulut nyalanya iman di dalam hati. Perintah istiqomah dalam keimanan menunjukkan iman saja tidak cukup, namun dibutuhkan upaya untuk menjaga keimanan tersebut dengan beribadah kepada-Nya.

Keempat, istiqomah dalam keimanan adalah hal yang sangat penting bagi setiap manusia. Tanpa keistiqomahan, ia akan tersesat dalam belantara fananya dunia. Jiwanya akan terjebak dan terkungkung dalam penjara dunia dan syahwat. Adapun keistiqomahan dalam iman menjaga dirinya, jiwanya, dan segala kepemilikannya untuk senantiasa bebas dari itu semua dan semata menjadi hamba hanya kepada Allah ta’ala.

Wallahu a’lam bishshowab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s