Tadabbur

Kajian Ringkas Tsalatsatul Ushul (3)

Ikhwah fillah rahimakumullah, kita melanjutkan kembali pembahasan kita mengenai tiga poin pokok yang wajib untuk dipelajari, dipahami, dan diamalkan oleh setiap Muslim menurut Imam Muhammad bin Abdul Wahhab -rahimahullah-. Sebelumnya kita sudah membahas poin pertama, yaitu mengenal Allah ta’ala dan pemeliharaan-Nya terhadap mahluk-Nya.

Kini kita akan membahas mengenai poin kedua, yaitu mengesakan Allah ta’ala dalam beribadah kepada-Nya. Makna ini serupa dengan makna dari kata “ikhlas”.

Yaitu, kita menghilangkan segala sesuatu yang dapat merusak niat ibadah kita kepada Allah, dan menujukan ibadah semata-mata hanya kepada Allah ta’ala, tanpa menyekutukan ibadah tersebut kepada siapapun selain Allah. Ini termasuk malaikat-Nya, para nabi dan rasul-Nya, para orang sholih, para pemuka agama, dan sebagainya.

Ibadah hanya milik Allah karena Dia-lah Rabb atas alam semesta dimana kita adalah bagian di dalam alam semesta tersebut. Dia-lah yang layak untuk disembah karena Dia yang memiliki segala sesuatu di alam semesta ini sebagai pencipta alam semesta ini.

Dalam menciptakan, mengurus dan memelihara, mengatur, menafkahi, dan menjaga alam semesta ini, Allah tidak bersekutu dengan apapun atau siapapun. Tidaklah pantas dan benar jika menyekutukan penghambaan kita kepada selain Allah. Karena selain Allah, adalah mahluk yang Dia ciptakan dan tunduk kepada ketentuan dan hukum-Nya juga seperti kita manusia.

“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah, maka janganlah kamu menyembah seorang pun didalamnya di samping menyembah Allah.” (QS. Al Jinn [72]:18).

Dalam sebuah hadits, salah satu keistimewaan Rasulullah SAW yang diberikan oleh Allah kepada beliau dan tidak diberikan kepada nabi dan rasul sebelumnya adalah seluruh bumi ini dijadikan sebagai masjid, kecuali tempat-temat tertentu yang memang diharamkan untuk melakukan sholat. Dengan demikian, tidak ada tempat di muka bumi ini yang dapat dijadikan tempat bagi manusia untuk beribadah kepada selain Allah. Maha Agung Allah dalam segala perbuatan-Nya.

Ikhwah fillah, keikhlasan kita dalam beribadah kepada Allah semata, yang akan menjadikannya terhitung sebagai amal ibadah. Rusaknya keikhlasan sama dengan rusaknya ibadah itu sendiri. Karena Allah tidak membutuhkan sekutu dalam melakukan apapun yang menjadi kehendak-Nya. Allahu akbar!!

Wallahu a’lam bishshowab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s