Tadabbur

Kajian Ringkas Tsalatsatul Ushul (2)

Kita akan melanjutkan kajian ringkas kitab Al Ushul Ats Tsalatsah, setelah pada artikel sebelumnya kita membahas mengenai pembukaan mengenai urgensi ilmu, urgensi amal baik dalam hati, secara lisan maupun perbuatan, dan dakwah. Keempatnya adalah yang membentuk keimanan seorang Muslim secara utuh sehingga ia dapat menunaikan kewajibannya kepada Allah ta’ala.

Dalam artikel ini kita akan membahas mengenai beberapa hal-hal yang pokok yang diwajibkan atas setiap Muslim. Ada tiga hal pokok yang menjadi wajib bagi setiap Muslim untuk mengetahuinya, mempelajarinya, memahaminya agar mereka dapat memperoleh manfaat berupa keimanan yang kokoh dalam hati mereka.

Pertama adalah mengenal Allah ta’ala. Yaitu bahwa adalah Allah yang telah menciptakan seluruh alam semesta berikut isinya, termasuk kita manusia. Setelah menciptakan, Allah menghidupkan kita dengan Ruh-Nya, menafkahkan kita dengan rezeki-Nya, memelihara kita dengan hukum dan ketetapan-Nya yang diwahyukan kepada para nabi dan rasul hingga sampai diberikan kepada kita dengan sempurna, dan kelak Allah akan mematikan kita sesuai dengan kehendak-Nya dan mengembalikan kembali diri kita kepada-Nya untuk diganjar sesuai dengan amal perbuatan kita.

Demikianlah Allah ta’ala dengan rahmat-Nya yang luar biasa luas dan tidak terbatas itu memiliki hubungan terhadap manusia sebagai mahluk ciptaan-Nya. Manusia tidak lebih daripada mahluk ciptaan sebagaimana langit dan bumi, lautan dan daratan, matahari, bulan dan bintang, dan lain sebagainya. Adapun manusia diberikan kelebihan untuk menggapai kemuliaan sebagaimana dikehendaki Allah, yang tidak diberikan kepada mahluk-Nya yang lain.

Manusia yang menggunakan kelebihan ini, mengambil manfaatnya, dan meraih kemuliaan adalah mereka yang beriman, bertaqwa dan bersyukur kepada Allah ta’ala. Sedangkan manusia yang tidak menggunakan kelebihan ini adalah mereka yang ingkar terhadap Allah, perintah-Nya, larangan-Nya, para nabi dan rasul-Nya, kitab-Nya, malaikat-Nya, dan segala kekuasaan-Nya atas mereka. Kedua macam manusia akan diberikan balasan sesuai dengan kehendak-Nya. Yang satu mendapatkan surga dan keridho’an, dan yang lain mendapatkan azab dan kemurkaan.

Dalam menjelaskan hal ini, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab -rahimahumullah-  mengangkat sebuah ayat, “Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kamu (hai orang kafir Mekah) seorang Rasul, yang menjadi saksi terhadapmu, sebagaimana Kami telah mengutus (dahulu) seorang Rasul kepada Firaun. Maka Firaun mendurhakai Rasul itu, lalu Kami siksa dia dengan siksaan yang berat.” (QS. Al Muzammil [73]:15-16).

Sesungguhnya Allah sebagai Yang Maha Mengatur segala urusan telah menurunkan utusan-Nya yang membawa risalah kepada kita, berupa penjelasan, penerangan, petunjuk, arahan kepada manusia dan jin agar dapat mencapai tujuan utama mereka diciptakan, yaitu beribadah kepada Allah semata. Maka sudah tidak ada lagi alasan bagi mereka yang mengingkari ketetapan Allah. Bagi mereka yang menolak Islam, menolak Rasulullah SAW, menolak petunjuk dan ketetapan Allah, tidak ada lagi alasan sehingga ketika mereka mati maka mereka mati dalam keadaan kafir. Kelak mereka akan disiksa dalam neraka Jahannam dengan siksaan yang pedih sebagaimana Allah menyiksa kaum kafir sebelum mereka.

Ikhwah fillah rahimakumullah, ini adalah pokok pertama yang penting untuk kita ketahui, pelajari, pahami dan amalkan dalam kehidupan keseharian kita. Insya’ Allah kita akan lanjutkan kajian ringkas ini dalam pembahasan yang berikutnya. Billahi tawfiq wal hidayah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s