Tausiyah

Kajian Ringkas Tsalatsatul Ushul (1)

@stiqbl :

Dalam kitab Tsalatsatul Ushul, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab jelaskan empat kewajiban setiap manusia yg diambil dari surat Al Ashr.

Pertama adlh utk beriman dg landasan ilmu. Ilmu hrs menjadi lamdasan iman, krn tanpa ilmu maka keimanan tdk akan lurus dan benar.

Dlm kitab tsb, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab mengangkat tulisan dari Imam Bukhari, “Ilmu mendahului amal.” Tanpa ilmu, tdk ada amal.

Kewajiban kedua stlh beriman adlh mengamalkannya. Amal bagi seorg yg beriman adlh aplikasi dari keimanan. Tanpa amal, belum lgkp iman.

Kewajiban utk beramal shalih tdk tertutup bagi org tertentu spt yg diyakini oleh kaum sufi yg tersesat. Bahkan seorg nabi wajib beramal.

Jadi landasan amal hrslah keimanan yg lurus dan benar yg didptkan dr ilmu yg diturunkan Allah ta’ala dan diajarkam oleh Rasulullah SAW.

Amal yg demikianlah yg akan menjadi amal shalih yg akan bernilai pahala dan akan diganjar oleh Allah ta’ala kelak di Hari Akhir.

Namun kewajiban tdk berhenti disitu. Iman dan amal shalih tdk cukup utk menghindari seseorg dari kerugian yg nyata dan teramat sangat.

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab menjelaskan bhw dakwah adlh kewajiban berikutnya stlh iman dan amal shalih. Disini ada korelasi.

Korelasinya adlh dakwah thdp iman yg dilandaskan oleh ilmu yg lurus dan benar, juga thdp amal shalih, adlh bagian dr iman itu sendiri.

Ibnu Qayyim Al Jauziyah mendeskripsikan iman sc utuh sbg keyakinan dlm hati atas yg diimani, kesaksian dg lisan, perbuatan dg amal dan ..

.. pembenaran dg mendakwahkan apa yg diimaninya tsb. Shg iman, amal shalih, dan dakwah merupakan satu kesatuan tdk terlepaskan.

Kesaksian tdk cukup tanpa amal perbuatan, dan juga tdk utuh tanpa pembenaran dg mendakwahkan apa yg diyakininya sbg sebuah keimanan.

Jika kita dr awal surat kembali, maka kita bisa melihat ada satu poin yg menjadi motivasi utama seorg da’i dlm berdakwah. Al Ashr ayat 2.

Seorg da’i mendakwahkan keyakinannya krn ia meyakini akan Hari Pembalasan, dmn amal shalihnya akan dihisab oleh Yang Maha Teliti.

Si da’i berdakwah jg krn keyakinan bhw Dia-lah Yang Maha Benar dg segala firman-Nya. “Sesungguhnya manusia berada dlm kerugian yg sangat.”

Jadi seorg da’i meyakini bhw dirinya berada dlm kerugian kecuali ia mendakwahkan apa yg ia imani dan apa yg menjadi amal buah dr imannya.

Seorg da’i berdakwah agar menghindari dirinya dari kerugian yg teramat sangat, terlepas dr keadaan keilmuannya atau keadaan amalnya.

Kondisi demikian menuntunnya utk senantiasa mendakwahkan Islam kpd siapapun dg upaya utk mengatasi keterbatasan keilmuan dan amalnya itu.

Bukan berarti belum cukup ilmu belum bisa mendakwahkan Islam, tp ia hrs menambah ilmunya sambil tetap beramal dan mendakwahkan Islam.

Krn kewajiban berdakwah datang bersama dg kewajiban utk beriman dan kewajiban utk beramal shalih. Iman, amal shalih dan dakwah.

Ketiganya berjalan beriringan sesuai dg kadar kemampuan dan kesanggupan seorg mu’min, bukan bergiliran atau berurutan scr bergantian.

Tp ketiga kewajiban itu belum cukup tanpa kesabaran dlm dakwah. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab menekankan hal yg terakhir ini juga.

Yaitu kesabaran utk berjalan di dalam dakwah. Sabar adlh kunci dr istiqomah dlm ketaqwaan kpd Allah ta’ala. Ia mengikat kewajiban yg lain.

Sabar menjadi buhul yg mengikat iman, amal shalih, dan dakwah menjadi satu, lalu istiqomah dlm kesatuan tsb seiring masa kehidupan.

Tanpa sabar, maka ketiga kewajiban tadi akan bercerai berai, tercampur dg sesuatu yg lain yg hanya akan merusak semuanya.

Kewajiban dasar bagi yg hendak hindari dirinya dari kerugian yg teramat sangat dr kitab Tsalatsatul Ushul, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.

Pertama, iman. Kedua, amal shalih. Ketiga, dakwah. Keempat, kesabaran di dalam dakwah. Keempatnya wajib utk setiap org yg tdk ingin merugi.

Semoga bahasan ini dpt mengingatkan kita kembali kpd kewajiban yg tlh ditetapkan kpd kita oleh Allah ta’ala Rabbal ‘alamiin. Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s