Tadabbur

Tadabbur QS. 4:82

“Maka tdkkah mereka memperhatikan Al Qur’an? Kl Al Qur’an bkn datang dr Allah, tentu mereka mendptkan bnyk pertentangan didlmnya.” QS. 4:82

Hikmah apa yg bisa kita ambil dari ayat tsb? Sejenak mari kita renungkan dan dalami ayat ini.

Al Qur’an adlh kebenaran yg datang dr Allah dan segala kebenaran sdh jelas datangnya dari Allah. Memahami yg demikian tentu tdk sulit.

Permasalahannya adlh pernahkah kita meluangkan sedikit waktu lebih utk berusaha perhatikan kebenaran tsb? Pdhal ia sampai di hadapan kita.

Ketika kebenaran itu hadir, bersediakah kita sediakan waktu utk sekedar merenungkannya? Mentadabburinya, memikirkannya. Ini penting.

Krn tak akan ada hikmah yg dpt dipetik dr kebenaran jika ia hanya lewat di dpn kita tanpa kita berusaha meraih manfaat darinya.

Kebanyakan dr kita lalai dlm hal ini. Kita lalai dlm menggali hikmah dan manfaat dari kebenaran yg ada di hadapan kita. Merugilah kita.

Ayat ini ditujukan kpd mereka yg ragu Al Qur’an sbg kebenaran yg datang dari Allah ta’ala, mereka ragu jadikan Al Qur’an sbg panduan hidup.

Pd mulut mereka bisa jadi ada pengakuan bhw Al Qur’an adlh ayat Allah, kalam-Nya yg agung. namun pd kenyataannya mereka campakkan Al Qur’an.

Bgmn bisa demikian? KTP mereka Islam, mereka sholat dan puasa, juga bayar zakat. Tapi mereka lalai utk tegakkan Al Qur’an sbg manhaj hidup.

Al Qur’an scr nyata hanya menjadi panduan seni tarik suara dan jilid buku yg ditempatkan di dalam lemari mereka. Bukan petunjuk hidup.

Mereka malu utk jadikan Al Qur’an sbg UU hidup mereka dan lbh nyaman menjadikan suara rakyat dan konsensus sbg UU mereka.

Ayat ini bicara dg lantang kpd mereka itu, mereka yg malu dan ragu thdp kebenaran Al Qur’an sbg panduan dan petunjuk kpd slrh manusia.

Utk apa? Menantang mereka. Allah menantang mereka yg ragu dan malu thdp Al Qur’an sbg ayat Allah & hukumNya. Agar mereka menyerah pd Allah.

Jika mereka bisa menemukan kontradiksi dlm Al Qur’an, maka silahkan tinggalkan Al Qur’an, krn jelas ia hanya tipuan manusia belaka.

Krn tidak ada paradoks dlm kebenaran. Tidak ada kontradiksi dlm kebenaran. Tidak yg pertentangan yg njelimet dlm kebenaran.

Kebenaran itu lurus dan jernih, tidak berliku dan keruh. Kebenaran itu jelas dan terang benderang, tidak membingungkan dan remang2.

Jika Al Qur’an ini bukan datang Rabb yg menciptakan langit dan bumi, jelaslah ia penuh dg kekeruhan dan kebingungan. Buktikan.

Tantangan utk mereka yg ragukan kebenaran Al Qur’an walaupun KTP mereka Islam, tunjukkan pertentangan dlm Al Qur’an yg jadikan anda ragu.

Kaidah dasar dlm memahami kebenaran, bhw kebenaran itu tidak berdiri diatas kontradiksi dan paradoks. Ia jelas, sederhana dan jernih.

Demikianlah Al Qur’an. Ia akan menjadi cahaya bagi mereka yg hidup dlm kegelapan demokrasi dan kejahiliyahan lainnya.

Krn Al Qur’an adlh ayat Allah, diturunkan olehNya kpd umat manusia agar menjadi petunjuk hidup dan hukum atas mereka, bukan pajangan.

Nah, kalau anda temukan adanya kontradiksi dlm dakwah seseorg, maka anda akan temukan bhw yg ia bawa bukanlah kebenaran.

Kl anda temukan ada paradoks dlm dakwah seseorg, jelas sudah kl yg ia bawa bukanlah kebenaran yg datang dr Allah ta’ala.

Lalu apa yg membuat mereka menolak utk berserah diri kpd Al Qur’an scr total, walaupun mereka tdk temukan kontradiksi didlmnya?

Knp mereka malah syi’arkan agama demokrasi, kesyirikan, bid’ah, bukannya berserah diri pd kebenaran di hadapan mereka?

Mereka tdklah memperhatikan. Mata mereka tdk digunakan utk melihat, telinga mereka tdk mendengar, dan hati mereka tdk utk memahami.

Mereka adlh ternak yg bertubuh manusia, hidup mereka nyaman tanpa syari’at Allah krn syahwatlah kendaraan mereka dan dunia tuhan mereka.

Kambing berkaki dua, berjenggot dan bercelana cingkrang. Teriakkan yel yel demokrasi, kebangsaan, dan nasionalisme.. bukan Islam.

Sebagian lg dr mereka adlh ad dawaabb. Binatang melata spt biawak yg hina. Allah merendahkan mereka, maka saya jg rendahkan mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s