Kehidupan

Bara Yang Padam

Kayu ya.ng dikeringkan akan menjadi api yang menyala dan membakar apa saja yang berada didekatnya. Semakin banyak kayu kering, semakin panas api yang dapat membakar apapun. Namun, api tersebut akan menemui saatnya untuk padam. Menjadi asap, bara dan meninggallkan noda hitam di sekelilingnya. Tanpa arah, hanya membakar lalu padam.

……..More

Semangat di dalam dada setiap jiwa yang kering akan memiliki dampak yang sama dengan itu. Membakar dan turut membawa apa yang ada disekitarnya turut terbakar dalam lahapan api yang membara. Keringnya jiwa menjadi bahan yang mudah terbakar oleh provokasi, manipulasi politik dan kemudian merugikan jika tidak dikendalikan untuk sebuah tujuan. Ia dapat menjadi manfaat jika diarahkan untuk tujuan yang benar dan juga dapat menjadi mudharat atau kesia-siaan jika ada tanpa tujuan atau bahkan untuk tujuan yang salah.

Sekelompok manusia yang bersemangat mencari ilmu dan berusaha sebisa mungkin untuk beramal, memiliki jiwa yang serupa. Mudah terbakar dengan semangat yang ada. Sayangnya, mereka jarang menyadari bahwa apa yang mereka lakukan bisa jadi merugikan bagi diri mereka jika tak terarah dan tidak memiliki tujuan yang jelas. Permasalahannya adalah mereka membutuhkan ilmu untuk menentukan arah tujuan yang benar agar amal mereka menjadi terarah untuk kebaikan dan bermanfaat. Tanpa ilmu, amal yang dilakukan jelas tidak akan terarah.

Uniknya, saat ini lebih banyak jiwa yang memiliki semangat tanpa ada kerendahan hati untuk meminta atau mengikuti arahan dari mereka yang sudah jelas berilmu. Awalnya mereka seringkali menolak arahan. Lalu mereka juga dengan keangkuhan, melangkah tanpa meminta arahan.

Seorang ustadz pernah mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui apa yang tidak mereka ketahui. Hal ini membuat jiwa mereka yang kering demikian mudah terbakar tanpa arahan. Adalah kerendahan hati dan ketulusan yang dapat selamatkan mereka. Dan tentu juga kesabaran.

Kerendahan hati membawa mereka kepada kesadaran bahwa mereka membutuhkan arahan. Ketulusan menjadikan mereka patuh mengikuti arahan sesuai dengan keilmuan yang sudah mereka miliki sehingga mereka bersedia membatasi diri untuk beramal sesuai dengan keadaan dirinya. Lalu kesabaran menjaga mereka dari ketergesaan semangat yang senantiasa membakar jiwa mereka.

Satu amal besar bukanlah sebuah prestasi jika tidak dapat dilakukan secara istiqomah. Namun sebuah amal yang nampaknya sepele dan kecil dapat menyelamatkan diri dari azab pedih dan siksa api neraka jika dijaga agar senantiasa menyala dalam jiwa dan tidak padam menguap.

Bukankah sangat disayangkan jika ketidaktahuan kita membawa kita menjadi bara yang padam, tidak lagi menyala dan membakar lalu akan segera mati?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s