Pemikiran

Anda Kebal, Saya Iqbal

Parodi di negara ini seakan tidak kunjung berakhir. Setiap insiden yang tidak layak untuk ditanggapi menjadi besar sehingga terlihat layaknya banyolan, dan kejadian yang seharusnya mendapatkan perhatian malah dikesampingkan agar tidak menjadi masalah bagi para ‘sutradara’ parodi ini. Rakyat yang semakin cerdas pun menanggapi isu dengan semakin skeptis dan apatis sehingga tidak ada yang diuntungkan dari tiap insiden. Tidak ada pembelajaran, tidak ada manfaat.

Baru-baru ini ada ormas Islam yang mewajibkan puasa 40 hari agar tubuh anggotanya kebal dan dapat membela Pancasila. Mereka mengatakan bahwa mereka berjihad membela Pancasila dari tiap orang yang hendak menggantikan Pancasila. Ditambah lagi, mereka mengatakan bahwa kekebalan tubuh mereka adalah karena pelindungan malaikat atas diri mereka, bukan jin.

Klaim demi klaim mereka keluarkan yang insya Allah menjelaskan keadaan syubhat mereka, bukan syahwat. Tapi kejadian ini perlu ditanggapi serius karena memiliki dampak yang negatif terhadp aqidah umat yang sudah terperosok cukup dalam. Kemusyrikan, kebathilan, bid’ah dan kedzaliman tentu tidak dapat dibiarkan begitu saja. Karena memiliki konsekuensi yang sangat dashyat. Amar ma’ruf akan selalu diikuti dengan nahi munkar.

Pertama, puasa 40 hari demi mendapatkan kekebalan tubuh. Ini jelas bid’ah yang sangat sangat sesat. Itupun seringan-ringan pertimbangan. Karena tidak menutup kemungkinan praktik ibadah ini sudah digolongkan sebagai sebuah kemusyrikan. Kenapa? Karena puasa adalah ibadah yang telah ada tuntunannya, dan sudah jelas tujuannya. Jika tuntunan puasa ini diubah dan tujuan berpuasa dirubah, maka sudah jelas bathil.

Tuntunan puasa baik yang wajib maupun yang sunnah, tidak pernah mengatakan adanya puasa 40 hari. Jadi perlu ditanyakan dari mana mereka mendapatkan tuntunan beribadah seperti ini. Ibadah adalah mematuhi dan mengikuti aturan, perintah dan larangan dari yang diibadahi. Jika Allah ta’ala dan Rasul-Nya tidak memberikan arahan seperti ini, maka kepada siapa mereka beribadah?

Tujuan puasa pun sudah jelas, sama sekali tidak ada kerancuan di dalamnya. Yaitu untuk menggapai predikat ketakwaan. Bukan demi kesehatan, bukan demi kekebalan tubuh. Inilah uang diajarkan Islam kepada para sahabat dan generasi seterusnya. Anda bisa bukan Al-Qur’an dn berbagai kitab hadits, dan jika anda menemukan tujuan berpuasa selain untuk meningkatkan ketakwaan, maka adalah saya yang salah. Mohon dikoreksi. Jika tidak ada perintah untuk mengebalkan tubuh dengan puasa dari Allah ta’ala dan RasulNya, lalu siapa yang memberikan perintah tersebut?

Kedua, berjihad membela Pancasila. Ini pun sebuah bid’ah jika bukan kemusyrikan yang sangat parah. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa berperang untuk menegakkan Kalamullah, maka itulah jihad.” Tegas, tak ada kerancuan dalam hadits tersebut. Masalahnya, apakah dalam Pancasila ada Kalamullah? Jelas tidak. Seandainya ada, mohon koreksi saya.

Kalamullah adalah kalimat syahadat yang tidak ada kerancuan penafsiran di dalamnya. Jika anda menyebut nama Allah, umat beragama lain akan jelas dapat memastikan bawa Allah adalah ilah dari umat Islam. Tidak ada kerancuan, tidak ada perbedaan penafsiran ganda. Bisakah sila pertama Pancasila disebut sebagai Kalamullah? Tentu tidak. Sila pertama Pancasila memiliki kerancuan penafsiran yang sangat luas. Seorang Kristen akan mengatakan bahwa sila tersebut adalah untuk agama mereka. Orang Budha pun begitu. Inilah kerancuan dalam sila pertama Pancasila yang tidak ada dalam Kalamullah.

Jadi apa yang mereka lakukan tidak dapat dinyatakan sebagai jihad, karena mereka tidak memperjuangkan Kalamullah. Lalu untuk siapa mereka berjihad? Untuk Pancasila sebagaimana klaim mereka. Padahal jihad adalah ibadah yang semata hanya boleh ditujukan kepada Allah Azza wa Jalla. Bagaimana hukumnya jika kita beribadah kepada selain Allah ta’ala? Jelas musyrik.

Ketiga, klaim bahwa kekebalan tubuh didapatkan dari pelindungan malaikat. Malaikat adalah mahluk Allah ta’ala yang bergerak, bertugas dan melaksanakan segala sesuatu sesuai dengan perintahNya. Jika klaim itu benar, berarti Allah ta’ala memerintahkan para malaikat untuk melindungi mereka. Mungkinkah? Allahu a’lam. Yang jelas adalah jika tidak ada satupun ibadah yang mereka lakukan ditujukan kepada Allah ta’ala sebagaimana sudah dibahas di atas, maka apakah mungkin mereka mendapatkan keridhaanNya? Jelas tidak.

Maha Suci Allah dari segala persangkaan mereka yang luar biasa jahil itu. Semoga Allah ta’ala berikan hidayahNya kepada kita. Wallahu a’lam bish showab. Billahi taufiq wal hidayah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s