Pemikiran, Twit

Twit Solusi

@n_zanki :

demokrasi, sistem yg mengeksploitasi kebodohan politik dr masyarakat. bgmn kita menentangnya? ini yg seringkali mjd pertanyaan.

setiap perubahan diawali dr kesadaran. kesadaran adlh bukti nyata dr terbukanya cakrawala berpikir, nuansa alam sadar utk tentukan sikap.

tdk akan ada perubahan jika kita tdk menyadari bbrp hal. pertama, kerusakan yg dibawanya. kedua, kesadaran akan adanya pilihan yg lbh baik.

ketiga, langkah nyata utk wujudkan perubahan. keempat, tawakkal dan ikhlas semata hanya kpd Allah ta’ala. empat resep perubahan.

bukankah masyarakat kita pernah menuju arah perubahan? berbondong2 rakyat suarakan kehendak dlm suasan anarkis. menyedihkan.

namun sayangnya, masyarakat kita tdk memiliki syarat2 utk melangkah menuju perubahan tsb. ingin berubah tp tdk tahu menjd apa. kebodohan.

kebodohan itu kemudian dikemas dg apik oleh politisi comberan dg nama yg super lux agar rakyat merasa sdh melakikan perubahan. reformasi.

selain itu, rakyat scr spontan ingin merubah tanpa ada kesiapan menghadapi perubahan, baik scr politik, ekonomi, dan sosial budaya.

scr politis, rakyat tdk memiliki pilihan cerdas utk merubah siapa atau apa kod pilihan yg lbh baik. akhirnya, perubahan semu, reformasi.

scr ekonomis, masyarakat tdk kuat scr mental maupun finansial utk melakukan perubahan. perut lapar, harga mahal. ujungnya reformasi.

ketidaksiapan scr ekonomis, thdp dampak perubahan yg mahal, tdk siap ditanggung. shg hutang menumpuk dan tdk ada solusi.

scr sosial budaya, masyarakat kita terlalu terpaku pd mentalitas yg berlaku sbg hasil pembodohan berabad2. korupsi, nepotisme dan kolusi.

kesenangan thdp dunia mewabah, melupakan akhirat shg kerja keras dan hidup mandiri seakan bukan pilihan. tp inginkan perubahan.

lalu yg terakhir, motivasi perubahan yg salah shg arah perubahan yg diusung sama sekali remang2. perut. bukan ketakwaan kpd Allah.

perut sbg pendorong utama perubahan mjd senjata makan tuan, krn perut mudah utk dikenyangkan. walau hanya sesaat. hutang LN, reformasi.

sbrp banyak Indonesia berubah slm belasan tahun terakhir? suara sumbang di warung katakan, “lbh baik era Soeharto, rakyat ga susah.”

akhirnya reformasi menjadi jargon usang yg sdh tdk pernah digunakan oleh politikus comberan yg dulu teriak reformasi sbg solusi mslh bangsa.

pembelaan mereka kemudian adlh, reformasi adlh proses panjang dan belum selesai. katakan pd mereka bhw reformasi sdh tdk laku dijual.

mereka katakan bhw demokrasi adlh yg paling baik. katakan pd mereka bhw Quran adlh panduan hidup kita dan Sunnah adlh teladan terbaik.

lalu mereka menanyakan solusi yg bisa kita tawarkan, seakan mereka tuli thdp apa yg sdh disampaikan panjang lebar sblm ini.

pertama, Quran. kedua, Sunnah. ketiga, dakwah dan tarbiyah. keempat, istiqomah dg tekad yg kuat. kelima, jihad fii sabilillah. ini solusinya

peranan dakwah dan tarbiyah adlh utk menyadarkan bhw ada pilihan yg lbh fithroh, lbh baik dan lbh diridhai Allah. bangkitkan kesadaran.

dakwah dan tarbiyah jg mjd saran penguatan mental utk persiapan menghadapi perubahan. perubahan psikologi dr jahil mjd muslim.

dakwah dan tarbiyah, melengkapi kebutuhan ruhiyah dan jasmaniah bagi masyarakat. bukan sekedar tidur nyenyak dan perut kenyang.

dakwah dan tarbiyah berikan kesempatan bg masyarakat utk tumbuh scr independen, intelek, dan modern. menghlangkan noda jahiliyah.

dakwah dan tarbiyah memfithrohkan manusia kembali stlh dirusak oleh karat dunia, mengeluarkan cahaya mereka dan potensi mereka, mjd mu’min.

dakwah dan tarbiyah akan berujung pd sebuah komitmen dr masing2 pribadi utk lakukan perubahan, mulai dr yg terkecil hingga yg terbesar.

penguatan tekad, penjagaan keistiqomahan dg ikatan ukhuwah yg saling mencintai krn Allah dan saling mengingatkan dan menasihati.

keistiqomahan ditunjukkan dg pelaksaan nyata dr nilai2 yg tertanam, aplikasi dr tauhid dan keimanan kpd Allah. amal nyata dlm kehidupan.

kemudian muara dr semua itu adlh jihad fii sabilillah. mengorbankan harta dan nyawa demi terwujudnya perubahan nyata.

mujahadah baik di dlm lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, negara, hingga dunia. jihad dlm peranan masing2 scr terkoordinir.

namun kini sebagian kita malah berkutat dg umat beragama lain, parlemen, undang2 jahil, dan sistem bobrok yg dikutak-kutik walau ga berubah.

mengatakan diri sdg berdakwah bukan artinya kita sdg berdakwah. hrslah miliki pemahaman akan dakwah, melaksanakannya lalu bertawakkal.

keberanian utk melangkah menuju kebenaran diperlukan dan merupakan salah satu buah iman yg paling istimewa. hal ini pun kini mjd langka.

salah satu ciri yg menjadikan para Muhajirin istimewa adlh keberanian mereka menentukan sikap thdp kebenaran, walaupun merugikan mereka.

sifat kaum Muhajirin ini merupakan salah satu karakteristik unik yg hrs dimiliki setiap pengemban amanah dakwah. menyongsong kebenaran.

menyongsong kebenaran apapun konsekuensinya, merupakan buah iman dan tauhid yg luhur, bukti nyata keberhasilan tarbiyah Rasulullah.

hijrah menjadi peristiwa yg menakutkan bg setiap muslim di jaman itu. mereka hrs meninggalkan segalanya, demi kebenaran.

mereka tinggalkan status mereka sbg org yg terhormat. Rasululah tdk janjikan mereka prestise atau kedudukan sblm hijrah. tdk sama sekali.

mereka tinggalkan harta kekayaan mereka, sebagian besar kl tdk semua. Rasulullah tdk menjanjikan rumah mewah sambil elus2 rmh org.

mereka tinggalkan keluarga dan saudara, pelindung mereka, kebanggaan mereka di masa jahiliyah. mereka hijrah. para Muhajirin

satu2nya jaminan bagi para muhajirin adlh janji Allah dan RasulNya. bukan kehormatan, kekayaan, jabatan, kursi parlemen, rmh mewah, dsb.

mereka songsong kebenaran dg keberanian dan keteguhan hati. apa ada yg ragu? tidak. apa ada yg menyesal? tidak. mereka ikhlas dan tawakkal.

keikhlasan dan ketawakkalan sesorg akan menghasilkan keberanian utk melangkah menyongsong kebenaran. tanpa ragu, tanpa hasrat utk mundur.

permasalahan kita saat ini adlh kurangnya iman, ikhlas dan tawakkal kpd Allah. kita blum jdkan Allah sbg satu2nya tmpt bergantung.

ujungnya, kita tdk memiliki keberanian dlm bertindak walaupun kita sadar benar bhw hal tsb benar. kita ragu, lalu kita mundur teratur.

kita seakan punya segudang hambatan yg menjadi alasan dan pembenaran atas ketidakberanian kita. kita tanpa malu menghumbarnya.

kita beralasan dg ma’isyah, pdhal Allah Maha Kaya yg berikan rezeki. kita kemudian mundur menjauhi kebenaran krn takut kehilangan rezeki.

kita beralasan lingkungan sosial menuntut kita berlaku spt itu, pdhal Allah Maha Mengetahui. lalu kita kembali jauhi kebenaran krn ukhuwah.

kita beralasan dg gunakan dalih2 yg sbnrnya bukan esensi dr masalah. untungnya kita tdk diminta hijrah spt kaum Muhajirin.

kita kmudian melakukannya dg sgt halus, mengkompromikan aqidah yg hanif dg kejahiliyahan dan kesyirikan, dg mengatasnamakan mashlahat umat.

dg berkaca kpd generasi terbaik umat manusia, kita temukan banyak sekali kekurangan dan kelemahan kita yg jauh dr kualitas mereka.

pertanyaan besarnya adlh, beranikah kita utk mengakui kelemahan itu, menerima kekurangan, dan melangkah menuju sebuah perbaikan.

tanpa ada keberanian mengakui kita lemah dan punya kesalahan, tdk akan ada taubat dan tdk ada perbaikan. ini slh satu bentuk kepengecutan.

mentalitas ‘saya pasti benar’ adlh bentuk kegagalan mental menghadapi dan menerima kenyataan, pengingkaran thdp kebenaran dan diri sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s