Twit

Twit Lama 2011

@n_zanki :

Mari tunaikan hari dg witir kepada Allah, lalu awali hari dg kumandang adzan subuh. Semoga Allah jadikan hari ini lebih baik dari kemarin.

Karena kemuliaan yang kita cari, kenikmatan yg kita inginkan, kedamaian hati yg kita idamkan, semua milik Allah. Mintalah hanya kepadaNya.

Faktanya, kita sedang melihat dunia Islam digerogoti oleh paham materialisme dan penghambaan thdp sesama hamba, dg mengatasnamakan perubahan.

Kita sedang menyaksikan dunia Islam yg luntur dari aqidahnya, lepas dari imannya, dan hanyut dlm jargon-jargon demokrasi dan kerakyatan.

Terlihat sudah, terkuak sudah. Betapa da’wah kini tiba pada titik terendah produktivitasnya, ketika Islam menjadi parpol-parpol sekuler.

Keterpurukan masa dibawah bayang-bayang para tokoh besar, para pemurni agama, dan para pembela agama. Dimana para da’i bersimpuh hari ini?

Ketika lantunan ayat Qur’an menjadi legitimasi bg para Murji’ah utk dukun penguasa tiran dan zhalim. Tak ada rasa keadilan dlm perut mereka.

Ketika lantunan ayat Qur’an menjadi pembenaran atas penghambaan sesama hamba oleh para ‘pembaharu’. Tak ada lg akal berkumandang dlm kepala.

Ketika rentetan hadits-hadits menjadi tameng bagi mereka utk membela kepulan asap dapur dr kayu bakar berdaging babi. Jgn tanya dmn iman.

Ketika kepala para wanita tertutup hijab yg manis namun celana mereka tak mampu tutupi lekuk-lekukk syahwat. Jgn tanya moralitas anak.

Iman terselip dibawah selangkangan dan wala utk mereka yg isi periuk nasi. Ustadz kemudian isi bangku parlemen, namun seakan lupa ayat.

Ummat tak perlu lg diperhatikan krn kepentingan rumah tangga lebih penting. Ukhuwah dilandasi o/ kartu keanggotaan jamaah, bukan lg aqidah.

Surau pengajian menjadi hampa, stlh isinya sibuk berebut bangku, kursi, dan berujung pd meja berwarna hijau. Adzan menjadi lolongan semata.

Indonesia, Mesir, Libya, Yaman.. dan kawan-kawan. Mereka tak butuh syariah Islam. Mereka butuh demokrasi. Modernisasi. Sebuah parodi ironi.

Mereka ganti Fir’aun dengan Bal’am dan Qarun. Mashlahat da’wah, katanya. Lalu Samiri dan Musailamah menjadi pemuka agama bagi ummat.

Islam tidak mengenal batasan atau konsep negara sebagaimana dipahami sekarang, karena ikatan antar sesama Muslim adalah AQIDAH ISLAMIYYAH.

Artinya ukhuwah Islamiyyah menolak pemahaman pengkotak-kotakkan Muslimin dlm negara2 yg terpecah2. Ini bid’ah dlm agama dan jelas2 sesat.

Maka jika kita bicara mgenai nasionalisme dlm Islam, kita akan bicarakan sbuah ikatan aqidah internasional dan tdk dibatasi oleh territorial

Tidak ada ukhuwah tanpa iman dan tidak sempurna iman hingga terjalin ukhuwah. Lawan ukhuwah adlh ashobiyah. Dmn letak nasionalisme disini?

Penolakkan thdp hukum Allah adlh bentuk kejahiliyahan yg sdh berlaku sejak jaman Nuh as. Namun mereka menamakan diri mereka pembaharu. Ironi

Tanpa tauhid, maka dakwah anda mgenai akhlaq itu hanya sampah di TL anda. Dakwah anda mgenai ibadah dan fiqh hanya ritual belaka.

Seorg pendeta dpt berakhlaq lbh terpuji dr pd anda, dan seorg @syukronamin dpt beribadah lbh baik drpd anda. Tanpa tauhid, apa ada gunanya?

Dlm tataran hukum negara yg menuhankan suara rakyat dan burung gepeng, apa anda akan berharap mencekokkan ayat mgenai ghibah? Naif sekali.

Barometer kebahagiaan adlh jiwa, bukan harta. Barometer kemuliaan adlh takwa, bukan nyawa. Barometer kemenangan adlh surga, bukan dunia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s