Twit

Twit Al-Qur’an, Petunjuk Jalan

@n_zanki:

Ada satu permohonan yg seringkali kita ulang setiap waktu2 shalat. Permohonan yg lbh bnyak kita baca tanpa memahami maknanya.

“Ihdinash-shirothol-mustaqiim” adalah sbuah ungkapan memohon kepada Allah akan petunjuk kepada jalan yg lurus menuju Allah.

Bukan sembarang jalan yg tdk memiliki arah tujuan, juga bukan jalan yg menyebabkan kemurkaan-Nya. Tp jalan hidup demi menggapai ridha-Nya.

Tanpa memahami apa yg kita minta, tentu ayat yg kita ulang2 tdk lebih dr mantra yg tdk bermakna. Kita baca tanpa penghayatan.

Namun dg pemahaman ayat tsb menjadi bermakna dan kita pun membacanya dg penuh kerendahan hati krn kesadaran sdg memohon.

“Ihdinash-shirothol-mustaqiim” menjadi harapan agar terbuka cakrawala dunia ini menuju surga Allah ta’ala. Pengharapan yg tulus kpd-Nya.

Sadarkah kita akan jawaban Allah akan permohonan kita tsb? Bhw Allah sdh memberikan jawaban atas permohonan kita itu.

“Alif laammiim. Dzalikal-kitabuu laa royba fiihi, hudallil-muttaqiin.” Inilah kitab tdk ada keraguan didlmnya, petunjuk bg yg bertakwa.

Sesungguhnya permohonan kita lgsg dijawab o/ Allah tanpa terselang ayat. Petunjuk utk org yg bertakwa, kitab Al-Qur’an.

Maka di dlm kitab inilah, org yg bertakwa akan mendapatkan petunjuk lgsg dr Allah. Petunjuk jalan menuju kpd-Nya, kpd ridha-Nya.

Namun ada satu prasyarat atas petunjuk Allah tsb, yaitu bertakwa. Hanya org yg meminta dg cara yg diridhai-Nya yg bisa dikatakan bertakwa.

Ketakwaan adlh menjalankan ibadah krn perintah-Nya dan menjauhi larangan krn larangan-Nya, semata hanya karena Allah ta’ala.

Krn petunjuk jalan ini bukan sekedar utk org yg beriman. Keimanan tdk serta merta berujung pd ketakwaan. Iblis pun beriman kpd Allah, bukan?

Petunjuk jalan ini tdk sekedar utk org Islam. Krn baca syahadat dan ibadah tdk serta merta jadikannya beriman, apalagi bertakwa.

Bertakwa adlh maqom yg berada diatas org yg muslim dan juga diatas org yg mu’min (beriman). Muttaqiin lbh dr sekedar beriman.

Jika beriman adlh membenarkan apa yg datang dr Allah, maka bertakwa adlh melaksanakan apa yg dibenarkan o/ iman tsb.

Perlulah kita mengejar status ini, org yg bertakwa, krn petunjuk akan keridhaan Allah ada namun hanya utk mereka yg bertakwa.

Maka sering kita temui, org yg bersyahadat menipu org lain, dan org yg beriman menipu ummat. Ini kn tak ada ketakwaan dlm diri mereka.

Maka sering kita temui, org yg bersyahadat menipu org lain, dan org yg beriman menipu ummat. Ini krn tak ada ketakwaan dlm diri mereka.

Org yg mengaku Islam menolak jalankan syariat Allah dan org menyatakan sbg beriman tdk mewajibkan syariat Allah. Tak ada takwa dlm hati mrk.

Ketika muslim mencari jawaban atas problema ummat pd teori trias politika, maka jelas ia bukan yg dikatakan bertakwa dan mendpt petunjuk.

Ketika mu’min mengambil ideologi lain utk jadi landasan hidupnya, baik pribadi maupun bermasyarakat dan bernegara, ini bukan ketakwaan.

Mereka yg bertakwa menjadikan Qur’an sbg petunjuk jalan hidup mereka, ideologi pemikiran dan jawaban tiap pertanyaan.

Ketika Qur’an tdk didptkan jawaban yg tegas atas masalahnya, org yg bertakwa akan mencari jawabannya dr teladan ummat, Rasulullah saw.

Kenapa Rasulullah? Krn akhlak beliau adlh Al-Qur’an. Rasulullah adlh Al-Qur’an yg hidup di tengah ummat dan memimpin ummat. Teladan baik.

Lalu bagaimana jika mereka tdk temukan jawaban dr teladan Rasulullah? Maka mereka mencarinya dr yg memahami Al-Qur’an, para alim ulama.

Namun yg jelas bagi org yg bertakwa adlh, mereka tdk butuh jawaban yg bertentangan dg Al-Qur’an dan nilai yg dikandungnya.

Ikhwah fillah, Allah menjawab permohonan kita dg ketegasan dlm ayat-Nya, “Dzalikal-kitabu laa royba fiihi, hudallil-muttaqiin.”

Masalahnya, siapkah kita utk menerima jawaban itu, menjadikannya sbg pegangan hidup? Bersediakah kita membangun ketakwaan?

Billahi tawfiq wallahu a’lam bish-showab. Smoga rangkaian twit barusan bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s