Twit

Twit Al-Wala Wal-Baro’

@n_zanki :

Al wala wal baro, kepada siapa seorg Muslim menempatkan loyalitasnya dan permusuhannya hrs jelas dan tegas. @dianyhamidah

Dalilnya adlh QS 58 : 22. Allah menuntut setiap Muslim utk menegaskan kpd siapa wala mereka diberikan dan kpd siapa baro mereka ditujukan.

Ayat tsb dg tegas menyatakan wala seorg yg beriman tdk boleh diberikan kpd org kafir, walaupun dia seorg keluarga dekat sekalipun.

Jelas dlm ayat itu, salah satu dr syarat iman kpd Allah adlh baro kpd kaum musyrikin. Berwala kpd kaum kafir menjadi pembatal keimanan.

Lbh lanjut dlm ayat tsb, dinyatakan bhw mereka yg menolak berwala kpd kaum kafir adlh termasuk dlm hizbullah, golongan/partai Allah.

Lalu dln QS. 60:1 dikatakan hal yg krg lbh serupa. Larangan utk memberikan wala kpd kaum kafir. Tdk ada area abu2 dlm hal ini.

Jd wala tdk bisa sembarangan diberikan krn sangat erat hubungannya dg keimanan seseorg. Ini yg seringkali dilupakan.

Wala dan baro ke dlm bab Tdk Mengkafirkan Org Musyrik, Ragu Akan Kekafiran Mereka atau Membenarkan Ideologi Mereka dlm Pembatal Keislaman

Bgmn sikap seorg Muslim thdp org musyrik? Coba baca QS. 60:4, lihat bagaimana seorg Ibrahim as disebut sbg uswatun hasanah dlm hal ini.

Pertama, berlepas diri dr kemusyrikan dan kekafiran mereka. Kedua, mengkafirkan mereka. Ketiga, nyatakan kebencian dan permusuhan (baro).

Thdp apa saja kita wajib baro thdp org kafir? Menjadikan mereka sbg pemimpin, berwali kpd mereka, menjadikan mereka sekutu/berkoalisi.

Lalu bagaimana dg muslim yg berwala kpd kaum kafir? Nash mengatakan mereka bukan tergolong hizbullah.

Pdhal hanya ada 2 hizb dlm Quran, hizbullah atau hizbusysyaithon. Kl bukan yg satu maka hanya tersisa satu pilihan lain.

Kl penguasa yg berwala pd kaum kafir? Sama saja, jelas bukan hizbullah. Maka umat Islam tdk boleh berkoalisi dg mereka. Ini merusak iman.

Stlh td saya bahas bbrp poin mengenai al wala wal baro, saya hanya ingin menambahkan sedikit.

Mari kita perhatikan kisah Nuh as. Dan bagaimana al wala wal baro berlaku dlm kisahnya. Al Quran tlh memberikan kita contoh nyata.

Sbgmn kita ketahui, Nabi Nuh as membangun sbuah bahtera besar pd masa hidupnya atas perintah Allah ta’ala.

Perhatikan bgmn Nuh as mendptkan cemoohan dr kaumnya atas apa yg dikerjakan, dan bagaimana beliau mendakwahi mereka.

Perhatikan bgmn Nuh as mendptkan cemoohan dr kaumnya atas apa yg dikerjakan, dan bagaimana beliau mendakwahi mereka.

Nuh as akhirnya naik ke bahtera tsb bersama dg pengikutnya dan yg diperintahkan Allah utk turut serta. Tp anaknya sendiri malah menolak ikut

Perhatikan bgmn redaksi yg digunakan oleh Al Quran dlm menggambarkan sedihnya Nuh as melihat anaknya. Ia panggil dg penuh sayang.

Namun sang anak menolak. Ia kufur thdp dakwah Nuh as. Ia dg sombong yakin dpt selamat dr azab Allah yg Maha Perkasa.

Bagaimana reaksi Nuh as atas kekufuran anaknya? Nuh as berdoa kpd Allah dan menyatakan bhw anaknya adlh bagian dr keluarganya.

Atas doa ini Nuh as mendptkan teguran keras dr Allah. Firman Allah tegas menyatakan bhw anak itu bukan keluarga Nuh as krn kekufurannya.

Ikhwah fillah, bgmn seorg anak yg berasal dr darah daging kita sndiri bukan merupakan bagian dr keluarga kita? Aqidah lbh kental dr darah.

Aqidah tauhid Nuh as tdk memungkinkan menganggap anak itu sbg bagian dr keluarganya. Baro yg hrs ditegaskan krn ia kufur.

Sbg manusia, sangatlah wajar bagi Nuh as mencintai anaknya walaupun ia kufur thdp Allah dan Nuh as. Tp iman menuntut baro thdp musyrikin.

Inilah teguran keras Allah thdp Nuh as, yg kemudian Allah menunjukkan kpd siapa shrsnya seorg mu’min berwala dan baro.

Nuh as dg segera menyadari kesalahannya, lalu bertaubat. Bukankah kisah ini dpt menjadi pelajaran bagi kita?

Demikianlah wala dan baro seseorg mempengaruhi scr lgsg dg keimanan sehingga Allah lgsg menegur nabi-Nya dg keras dan tegas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s