Twit

Twit Politik Sampah

@n_zanki :

Menyatakan nonton porno bukan dosa besar dari pandangan syar’i, bisa jadi benar. Tapi apa lantas menjadikannya boleh dilakukan?

Permasalahannya bukan di dosa besar atau tidak, namun pelakunya cacat moral atau tidak. Kita tdk bicarakan tetangga sebelah, tp wakil rakyat

Org yg mengemban amanah dr jutaan org jelas memiliki parameter penilaian yg berbeda dg org yg sama sekali tdk dikenal. Ini wajar.

Isu yg dijadikan pembelaan bg Arifinto o/ qiyadah PKS itu sangat tdk proporsional dan cenderung merupakan pembodohan publik.

@FahriHamzah td pagi menyanjung Arifinto yg mundur dr jabatannya. Kok tolol bgini? Dia mundur itu wajar, ga perlu disanjung. Cacat moral.

Sekarang malah Menkominfo yg menyatakan agenda political correctness yg sama, menyanjung Arifinto yg mundur dr DPR. Kenapa tolol rame2?

Mundurnya figur publik yg cacat moral adlh hal yg wajar, tdk perlu digembar-gemborkan dan dijadikan agenda politik. Ini pembodohan massal.

Masyarakat perlu tahu kl kecacatan moral tdk diterima di instansi pemerintahan maupun di lembaga publik, bukan malah diajak menyanjung2nya.

Arifinto bukan pahlawan, dia figur publik yg cacat moral. Tegas dan konsisten dong, jgn krn satu tanzhim trus dibela. Sekali lg, pembodohan.

Kl mau mainkan agenda politik, gunakanlah cara yg mencerdaskan masyarakat. Tunjuk pelaku cacat moral spt Boediono dan tuntut dia mundur.

Tunjuk dg lantang dan cerdaskan pemahaman politik masyarakat. SiBuYa suruh mundur, Ical suruh mundur. Jgn perjuangkan koalisi dg mereka.

Indonesia adlh negara yg tidak mengenal konsekuensi hukum. Misbakhun dipenjara krn korupsi, tp msh terdaftar dan digaji sbg anggota DPR.

Konsekuensi hukum hrsnya berlaku, kl Misbakhun ditangkap dan dipenjara krn korupsi, ini isu cacat moral sdh selayaknya diberhentikan.

Contoh lain Nurdin Halid. Begitu dia tertangkap sbg pelaku korupsi, sdh selayaknya ia diberhentikan dr jabatannya. Ini konsekuensi hukum.

Atau baru2 ini, Arifinto yg mundur krn tindakan asusila disanjung2. Ini hal yg wajar utk dilakukan shg tdk perlu mendapat sanjungan.

Kenyataannya adlh ketidakcerdasan rakyat dlm sosial politik terbentuk dr tidak adanya teladan dr para pemimpin mereka. Semuanya membodohi.

Praktik politik para politikus negeri ini, memperbodoh rakyat bukan malah mencerdaskan rakyat. Inipun demi melanggengkan kekuasaan semata.

Sudah selayaknya rakyat Indonesia mempercerdas diri dalam politik, karena sangat menentukan nasib mereka sebagai sebuah bangsa yg beradab.

Memilih pemimpin yg cerdas dan tulus ikhlas dalam mengemban amanah memang sulit, dan tidak bisa dilakukan dalam sistem pemerintahan yg skrg.

Pemimpin haruslah diseleksi terlebih dahulu dalam sebuah penjaringan oleh tokoh-tokoh yang kompeten, bukan oleh suara rakyat yg bisa dibeli.

Kenyataan, rakyat tdk sadar bahwa suara mereka adalah komoditas yg dpt tentukan nasib mereka. Sudah saatnya sosialisasikan GOLPUT !

Masyarakat perlu menyadari bhw mereka punya hak utk menolak dipimpin oleh pelaku kebejatan moral. Mereka punya hak utk tentukan nasib mereka

GOLPUT adlh sebuah pilihan dlm kondisi kemandulan kepemimpinan yang akut demi memancing munculnya kepemimpinan dg paradigma baru.

GOLPUT adlh konsekuensi logis dari kecacatan moral dari pemimpin yg ada sekarang dan menjadi pilihan yg cerdas dan bertanggungjawab.

Lucunya, para ulama yg dulunya mendorong masyarakat utk GOLPUT malahan berbalik mengharamkannya krn ia sudah masuk dlm parlemen.

5 pemikiran pada “Twit Politik Sampah

  1. Hm….betul…betul…betul!đŸ™‚
    Zaman edan memang. Penjahat moral di mana2 disanjung jd pahlawan. Yg jujur malah disingkirkan.

    Tunggu apa lg…sistem memang perlu diganti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s