Twit

Twit Prihatin

Di tweet dari akun @n_zanki :

Menyedihkan ketika idealisme telah luntur termakan oleh pragmatisme dan virus-virus sekuler. Nilai-nilai aqidah dikesampingkan demi dunia.

Kekuasaan membutakan hati dan harta memperbudak diri. Izzah disingkirkan mengatasnamakan inklusivitas, prestise di mata manusia.

Milyaran dihamburkan utk gengsi tanpa ada kepekaan pd org yg berjuang mengangkatnya jd pemimpin dg menahan lapar dan tangis anaknya.

Pemimpin, sebuah label yg kini seakan mendpt mandat dr Tuhan sekalipun. Tidak ada malu bagi mereka utk utamakan syahwatnya tanpa moral.

Islam rahmatan lil ‘alamiin, sebuah slogan yg menjadi komoditas bukan lg menjadi ad-Diinul haq yg hrs ditegakkan. Jaman sdh berubah ktnya.

Menyedihkan melihat mereka yg gelap mata tanpa mampu membedakan kelakuan yg bathil dr ‘tuhan’nya, membela atas nama agama yg benar.

Ketika nurani hanyut tenggelam di bwh panji-panji kebanggaan, tdk lagi ada izzah utk mengusung fitrah, hanya tersisa golongan demi golongan

Pemimpin adlh tuhan yg tdk mungkin salah, ketaatan mutlak utk mereka yg menyandang gelar-gelar dr manusia. Tak ada kecerdasan akal.

Apalagi yg diharapkan dr pemimpin yg inginkan kemewahan? Rumah org dan mobil org dielus-elus dg penuh harap dijadikan materi tausiyah.

Apa yg diharapkan dr pemimpin yg jadikan patung sbg tujuan hukum? Kebebalan akal yg berawal dr kecintaan dunia.

Apalagi yg diharapkan dr pemimpin yg utamakan selangkangan? Menikahi tanpa landasan syar’i, seakan hidupnya utk dirinya sendiri

Apa yg diharapkan dr pemimpin yg mencintai gelar dan jabatan? Gila hormat dr siapapun dan menolak kenyataan kulitnya yg mulai berkerut.

Apa yg diharapkan dr pemimpin yg tdk memiliki izzah? Melupakan yg tlh disempurnakan utk manusia dan mengambil yg terbuang di tong sampah.

“Ummati.. Ummati.. Ummati..,” tangis seorang nabi yg mulia meratapi keadaan yg akan datang. Benarlah engkau menangis, hai kekasih Allah

Mereka yg bangga dg nisbat-nisbat dr mahluk, adlh mereka yg lalai memahami makna ikhlas. Hanya gelar radhiyallahu anhum yg layak utk dikejar

Mereka yg demikian besar serakahnya pd harta, gagal melihat besarnya porsi akhirat dibanding sempitnya dunia. Tidakkah mereka berakal?

Mereka yg melewati hari dg harap akan penghormatan dr mahluk, adlh mereka yg kecil hatinya utk kepercayaan diri kpd Tuhannya.

Bukankah lebih baik bg mereka utk menahan lapar dan haus utk Tuhannya demi mengharap keridhaan dan pahala dibanding ridha manusia yg hampa?

Bukankah lbh baik bg mereka utk bersimpuh sujud di sudut malam, menangisi dosa dan memohon ampun dibanding berkeringat penuh maksiat?

Tidakkah kejujuran lebih mendatangkan manfaat bagi dirinya dr sisi Allah dibanding mudharat dr manusia yg tdk bisa berikan jaminan?

Mereka melihat malam sbg kegelapan dlm pejaman mata, pdhal ada terangnya janji Allah utk mereka seandainya mereka sadar dan mengingat-Nya.

Keletihan dan keluh kesah dibungku dg wajah ceria penuh pesona. Smntara di masjid-masjid, kelusuhan membungkus manis dan indahnya iman.

“Ummati.. Ummati.. Ummati..,” suara lirih sosok teladan di penghujung nafas. Merindukan mereka yg istiqomah dan bersabar, tegar fisabilillah

Mereka yg mengagungkan akal, lupa dr mana mereka diciptakan dan gagal menghisab diri mereka. Lipatan otak mereka jadikan tuhan.

Assalamu’alaikum. Selamat pagi, ayyuhal ikhwah. Semoga kita senantiasa ikhlas dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s