Tausiyah

Renungan Jum’at

Ikhwah fillah, salah satu ciri dari golongan yang selamat dunia maupun akhirat adalah ketika ada peluang bagi dirinya untuk melakukan kebaikan, maka mereka akan berlomba-lomba dan menyegerakan diri untuk melaksanakannya. Sesulit apapun, sesukar apapun, semudah apapun, sebesar apapun, sekecil apapun. Demikianlah keagungan akhlaq yang dimiliki oleh para sahabat Rasulullah Saw.

Mereka menyegerakan diri untuk melakukan kebaikan karena mereka sadar bahwa kebaikan ibarat emas yang menganggur dan halal untuk dimiliki siapa saja. Kebaikan adalah ibarat sedekah yang dapat mereka lakukan tanpa mengurangi harta, namun berpahala sama. Bukan karena mereka bakhil atas hartanya, tapi karena sebagian besar jika tidak seluruh hartanya sudah dibelanjakan di jalan Allah.

Tak ada namanya rasa berkelebihan dalam meraup pahala kebaikan. Tidak ada pula batasan dari Allah Swt akan berapa banyak pahala yang akan Allah Swt berikan atas kebaikan. Satu perbuatan dapat meraih kemungkinan ganjaran hingga tak terhingga. Sungguh tidak ada perdagangan yang lebih menguntungkan daripada perdagangan seorang mukmin dengan Rabbnya.

Lihatlah bagaimana semangat para sahabat ra dalam menjemput panggilan jihad fisabilillah. Lalu bagaimana mereka berlomba-lomba untuk menjadi pilihan Rasulullah Saw untuk melakukan apapun, dari mulai menjadi penjaga tenda Rasulullah Saw sampai menjadi panglima perang beliau. Tidak ada kesungkanan, tidak ada keraguan, tidak mempetimbangkan kelelahan.

Mereka bahkan menangis tersedu-sedu ketika mereka tidak mendapat kesempatan untuk berangkat jihad fisabilillah, karena kurangnya persenjataan perang saat itu. Bukan untuk tamasya, bukan untuk pergi ke jamuan makan malam dengan duta besar negara asing, tapi untuk merenggangkan nyawa di jalan Allah.

Adakah kita memiliki kemuliaan sifat yang sama? Padahal saat adzan menggetarkan langit, kita masih sibuk dengan urusan perut. Saat ada seorang tetangga kesusahan, kita malah pura-pura tidak ada dirumah. Ketika ada sekelompok orang yang menghinakan aqidah Islam, kita malah membiarkan dengan mengatasnamakan toleransi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s