Tadabbur

Menjaga Tauhid

“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada sebelummu, jika kamu mempersekutukan Tuhan, niscaya akan dihapus amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. 39:65)

Ikhwah fillah, ayat diatas adalah salah satu ayat yang secara tegas dan langsung ditujukan kepada Rasulullah Saw, bukan kepada para sahabat, dan bukan kepada kaum muslimin secara umum. Dalam ayat tersebut, Allah Swt memberikan peringatan yang tegas terhadap kemurnian aqidah dan tauhid dari Nabi-Nya.Dapatkah kita bayangkan jika seluruh hidup kita, dari sejak lahir hingga ajal menjemput, tidak ada satu amal pun yg melekat dalam diri kita? Bahwa ternyata seluruh hidup kita adalah kehampaan semata, karena segala perbuatan kita di dunia bukanlah untuk mencari keridhaan Allah Swt. Inilah kondisi yang terang-terangan merugi.

Mari kita lihat kerugian apa yang menimpa kita dalam kondisi demikian. Allah Swt telah memberikan kepada kita sepanjang umur kita yang singkat ini sebuah kesempatan. Kesempatan yang berlangsung secara terus menerus tanpa putus sampai waktu kita habis dan dikembalikan kepada-Nya. Maka berapa lama kesempatan yang kita miliki? 60, 70, kalau beruntung 100 tahun. Kesempatan untuk apa?

Dalam kitabnya Madarijus Salikin, Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa hidup ini adalah sebuah pendakian menuju Allah Swt. Ya, sebuah pendakian seumur hidup untuk mencapai-Nya, mendapatkan surga-Nya, dan kembali kepada-Nya. Kehidupan yang kekal dalam sebuah kenikmatan yang abadi. Inilah tujuan seorang Muslim hidup di dunia, dan Allah Swt telah menyusun seperangkat aturan bagi hamba-Nya demi mencapai tujuan ini. Sungguh Allah Maha Adil dan Maha Bijaksana.

Pada akhir perjalanan hidup ini, adalah tergantung pada keputusan-Nya dan keridhaan-Nya atas kita selama hidup kita yang kemudian menjadi faktor akhir penentu keberhasilan kita dalam mencapai tujuan ini. Dan amal kita akan menjadi dasar pertimbangan penentu keberhasilan kita. Nah, bayangkan betapa meruginya kita jika kita gagal mencapai sebuah kenikmatan yang abadi karena amal kita di dunia terhapus begitu saja. Dan inilah peringatan Allah Swt kepada Rasulullah Saw, agar dapat kita renungi dan pahami. Agar kita tidak termasuk golongan org yang merugi.

Ikhwah fillah, mari kita kembali mengikhlaskan hidup kita, ibadah kita, mati kita hanya kepada Allah semata. Karena sungguh, surga adalah jaminan yang nyata dan neraka adalah seburuk-buruknya tempat kembali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s