Tausiyah

Nasihat Untuk Menuntut Ilmu

“Manusia itu terbadi dalam tiga kelompok; ulama Rabbani, penuntut ilmu di atas jalan keselamatan, dan orang-orang jelata pengikut semua penyeru. Kelompok terakhir miring bersama dengan hembusan angin, tidak bersinar dengan cahaya ilmu dan tidak bersandar pada tiang yang kokoh.

Ilmu lebih baik dari harta. Ilmu menjagamu, sedang engkau menjaga harta. Ilmu berkembang biak dengan diamalkan, sedang harta berkurang dengan infak, dan mencintai ilmu adalah agama.

Ilmu membuat ulama ditaati sepanjang hidupnya dan dikenang sepeninggalnya, sedang kebaikan karena harta itu hilang bersamaan dengan hilangnya harta.

Para penyimpan harta mati, padahal sebenarnya mereka masih hidup, sedang para ulama abadi sepanjang jaman. Diri mereka telah sirna, namun suri tauladan mereka tetap melekat di hati.”

– dikutip dari Wasiat Ali Bin Abu Thalib ra kepada Kumail Bin Ziyad bin Nahik An-Nakh’i pada buku Min Washayash Salafy, penulis Syeikh Salim Ie’d Al Hilali

Di bawah ini adalah beberapa hadits pilihan mengenai keutamaan menuntut ilmu.

“Barangsiapa melalui suatu jalan untuk mencari suatu pengetahuan (agama), Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Bukhari Muslim)

Nabi saw. bersabda, “Barangsiapa dikehendaki baik oleh Allah, maka ia dikaruniai kepahaman agama.” (HR. Bukhari)

Dan beliau saw. bersabda, “Sesungguhnya ilmu itu hanya diperoleh dengan belajar.” (HR. Bukhari)

Rasulullah SAW bersabda, “Para ulama fiqih adalah pelaksana amanat para rasul selama mereka tidak memasuki (bidang) dunia.” Mendengar sabda tersebut, para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apa arti memasuki (bidang) dunia?” Beliau menjawab, “Mengekor kepada penguasa dan kalau mereka melakukan seperti itu maka hati-hatilah terhadap mereka atas keselamatan agamamu.” (HR. Ath-Thabrani)

“Tuntutlah ilmu, sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah Azza wajalla, dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah shadaqoh. Sesungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan orangnya, dalam kedudukan terhormat dan mulia (tinggi). Ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi ahlinya di dunia dan di akhirat.” (HR. Ar-Rabii’)

“Kelebihan seorang alim (ilmuwan) terhadap seorang ‘abid (ahli ibadah) ibarat bulan purnama terhadap seluruh bintang.” (HR. Abu Dawud )

“Apabila kamu melewati taman-taman surga, minumlah hingga puas.” Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud taman-taman surga itu?” Nabi Saw menjawab, “Majelis-majelis taklim.” (HR. Ath-Thabrani)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s