Homosexual Marriages?

Salah satu topik yang paling hangat saat ini adalah legalisasi pernikahan sesama jenis yang disahkan di Amerika Serikat baru-baru ini. Reaksi dari berbagai belahan dunia, di berbagai media sosial, sangat beragam. Mereka yang berpikiran liberal seakan bersorak sorai, seolah-olah legalisasi ini adalah kemenangan hak asasi manusia, kesetaraan dan humanisme di atas manusia. Benarkah demikian? Continue reading “Homosexual Marriages?”

Homosexual Marriages?

Sedikit Tentang Ikhlas dan Amal

Sebuah peribahasa Melayu yang cukup sering kita dengar tiba-tiba melekat di pikiran saya. “Gajah mati meninggalkan gadingnya, harimau mati meninggalkan belangnya, manusia mati meninggalkan namanya,” demikian bunyi peribahasa tersebut. Kita semua tentu paham apa yang dimaksudkan dengan peribahasa tersebut.

Manusia mati meninggalkan nama. Hanya sebuah nama di atas nisan. Kira-kira apa arti sebuah nama di atas sebuah nisan tersebut?

Continue reading “Sedikit Tentang Ikhlas dan Amal”

Sedikit Tentang Ikhlas dan Amal

Sedikit Bertanya

Indahnya ukhuwah, baik dalam lingkup manapun, ditunjukkan dengan kebersamaan dalam pengorbanan yang diberikan oleh semua yang ada didalamnya. Ada kebersamaan dan ada pengorbanan. Keduanya beriringan dan berjalan bersama. Baik dalam keluarga antara suami, istri dan anak-anak, maupun dalam lingkup komunitaa yang memiliki tujuan yang jelas. Atau bahkan dalam lingkup yang jauh lebih luas, yakni dunia internasional.

Walaupun bersama, namun tanpa pengorbanan maka tidak akan ada ukhuwah. Tak akan ada ikatan yang menyatukan jiwa dan raga kepada tujuan bersama. Sehingga kebersamaan itu hanya akan berasa hambar, kaku, dan sekedar formalitas saja. Continue reading “Sedikit Bertanya”

Sedikit Bertanya

Harapan Itu Selalu Ada

Sesungguhnya harapan itu akan selalu ada, tidak pernah surut dan tidak pernah hilang. Masalahnya adalah dimana letak harapan itu ditempatkan.

“Ibrahim berkata, ‘Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang-orang yang tersesat.'” QS. Ibrahim [15]:56

Harapan yang ditempatkan kepada Allah, adalah harapan yang tidak pernah habis, terbuka untuk segala kebaikan dan pasti akan berbalas. Ia bukan harapan yang semu dan memudar.

Tentu dengan menempatkan harapan kepada Allah maka kita juga menjalankan syari’at-Nya, beribadah sesuai dengan yang Allah hendaki dan ridhoi. Tidak mungkin kita menempatkan harapan kepada Allah dengan menyimpang dari jalan kebenaran, menyelisihi syari’at-Nya atau menjauhi ibadah kepada-Nya semata.

Mungkinkah kita menempatkan harapan kepada Allah dengan menghalalkan risywah, berdangdut ria, atau menqiyaskan GBK dengan Masjidil Haram? Allahulmusta’an.

Harapan Itu Selalu Ada

Soal Dakwah

Apa kepentingan seorang da’i terhadap nama atau bendera kelompok? Padahal nama atau bendera tersebut tidak ditanya kelak di akhirat. Tidak juga nama atau bendera tersebut menambah pahala atau mengurangi dosanya.

Jika gerakan kita terkooptasi dalam sekat yang kita buat sendiri, maka jangan heran jika benturan semakin sering kita hadapi. Bukannya solusi, malah masalah. Bukannya jawaban, malah pertanyaan. Bukannya sampai tujuan, tapi tersesat dalam wacana. Continue reading “Soal Dakwah”

Soal Dakwah

Langkah Pertama

Semua diawali dari satu langkah. Langkah pertama inilah yang menentukan langkah kedua, dan langkah kedua akan menentukan langkah ketiga dan seterusnya. Tanpa langkah pertama, segalanya berhenti, tak ada pergerakan, tak ada perubahan, tak ada harapan. Yang tersisa hanyalah angan-angan.

Karena itu menentukan langkah pertama sangatlah penting dalam melakukan segala sesuatu, agar langkah kedua tidak blunder yang kemudian akan mengacaukan langkah ketiga dan keempat dan seterusnya. Langkah pertama menjadi pondasi awal sebuah gerakan, perubahan, kemajuan. Continue reading “Langkah Pertama”

Langkah Pertama